Pemprov Bali Jadi Tuan Rumah G20 Tahun 2022

Gubernur Koster saat terima Wakil Menteri LHK, Alue Dohong, di Jaya Sabha Denpasar. (foto: ist)

Beritabalionline.com – Provinsi Bali dipercaya menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20), November 2022 mendatang.

KTT G20 ini akan dihadiri 6.500 orang delegasi asing dari 20 negara. Inilah peluang untuk bangkitnya pariwisata Bali pasca terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengatakan, KTT G20 tahun depan rencananya akan dihadiri 38 pemimpin dunia dan 60 menteri negara anggota G20 (20 negara).

 

Kalau diestimasi, ada 6.500 peserta dari 20 negara yang akan hadir dalam KTT G20 mendatang. Itu belum termasuk dari media asing yang akan meliput kegiatan KTT G20 tersebut.

KTT G20 adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional, yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa.

Menurut Cok Ace, ini pertama dalam sejarah di mana Indonesia memimpin G20, dari 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022 mendatang.

“Rencananya itu ada 6.500 orang delegasi asingakan hadir. Sampai saat ini, rencana KTT G20 masih on (belum ada perubahan tempat, Red) akan digelar di Bali. Ini bisa menjadi ajang pemulihan pariwisata Bali, setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19 ini,” ujar Cok Ace di Denpasar, Jumat (1/10/2021) saat pertemuan antara Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong dengan Gubernur Bali Wayan Koster, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, KomplekJaya Sabha Denpasar,
Cok Ace menyebutkan, perhelatan KTT G20 ini rencananya digelar November 2022, namun proses tahapannya sudah dimulai pada Desember 2021 mendatang. Termasuk persiapan Bali sebagai tuan rumah, sudah diagendakan mulai Desember 2021.

BACA JUGA:  Wow..! Hari Ini, Sebaran Penambahan Kasus Covid-19 di Bali Tembus Angka di Atas 1.000

 

“Indonesia dan Provinsi Bali sebagai tuan rumah sudah mulai persiapan, Desember 2021 nanti. Misalnya, mengecek lokasi dan kawasan untuk KTT G20 yakni di Nusa Dua, Kecamatanb Kuta Selatan, Badung,” jelas Cok Ace. Meskipun saat ini kondisi masih pandemi Covid-19, kata Cok Ace, agenda Bali jadi tuan rumah KTT G20 belum berubah.

 

“Kalau situasi Covid-19 terkendali, masyarakat makin sadar dan disiplin untuk menjaga Prokes, saya rasa KTT G20 tidak akan berubah dari rencana awal digelar di Bali. Sekarang kan stakeholder terkait harus berupaya menjaga situasi kondusif dan penanganan pandemi Covid-19 berjalan maksimal,” tandas tokoh pariwisata asal Puri Agung Ubud, Kelurahan/Kecamatan Ubud, Gianyar yang juga Ketua BPD PHRI Bali ini.

 

Terkait dengan kesiapan hotel di Bali, menurut Cok Ace, memang banyak pengusaha hotel harus menyiapkan diri sejak sekarang untuk me nyambut KTT G20. Pasalnya, sejak pandemi Covid-19 meledak Maret 2020 lalu, mereka terpuruk, banyak hotel tutup dan tidak dirawat.

 

“Nah di sini kita sudah sampaikan kepada pusat, supaya ada soft loan kepada pengusaha hotel yang terdampak Covid-19. Itu sudah pernah disampaikan ke pusat, tapi belum ada realisasi,” tegas Cok Ace.

 

Menurut Cok Ace, dengan delegasi 6.500 orang delegasi hadir di Bali, hotel yang bakal kecipratan rezeki dari perhelatan KTT G20 nanti bukan hanya yang berada di kawasan Nusa Dua, namun juga wilayah lainnya di Bali. Misalnya, kawasan wisata Sanur (Denpasar) dan kawasan wisata Ubud (Gianyar).

 

Sementara Gubernur Koster menyampaikan kesiapan Bali untuk mendukung penuh acara KTT G20, yang akan mempertemukan para pemimpin dunia. Sesuai pembicaraan Wamen LHk Alue Dohong dan Gubernur Koster, dalam KTT G20 mendatrang disepakati rencana Bali menjadi salah satu pilot project sekaligus showcase world mangrove center.(red)