Simpan Sabu di Dekat Pura, Oknum PNS Digerebek Polisi

Ilustrasi pemakai sabu ditangkap polisi.

Beritabalionline.com – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditangkap anggota Polres Badung, di Jalan Siwa, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali pada Sabtu (18/9/2021) lalu.

PNS bernama Handayana (37) itu diringkus petugas bersama pacarnya bernama Ni Putu Eka Septya Dewi (31) karena memiliki paket narkoba jenis sabu. Menariknya, barang haram tersebut disimpan pelaku di pura atau tempat ibadah umat Hindu.

“Kami berhasil mengamankan satu pegawai negeri sipil. Artinya kami tidak pandang bulu siapa pun yang masuk dalam pengguna, pengedar, maupun bandar kita akan kejar tangkap dan ungkap yang merugikan masyarakat,” tegas Kapolres Badung, AKBP Leo Dedy Defretes, di Mapolres Badung, Kamis (30/9/2021).

Leo menjelaskan, penangkapan sejoli ini berawal dari laporan masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkoba di TKP. Selanjutnya polisi melakukan pemantauan dan menangkap pelaku.

Namun, saat dilakukan penggeledahan tidak ditemukan barang bukti. Karena tidak menemukan barang bukti lalu petugas memeriksa handphone pelaku dan ditemukan percakapan serta alamat tempelan.

Berdasarkan petunjuk itu, polisi mengajak kedua pelaku ke lokasi. Namun, pelaku mengatakan barang bukti tersebut sudah diambil dan disembunyikan di samping Pura di Desa Mengwi, Kecamayan Mengwi, Badung.

Setelah itu, para pelaku diajak ke lokasi barang bukti yang disembunyikan itu. Sesampainya di sana, polisi menemukan satu plastik klip yang di dalamnya berisikan narkotika jenis sabu seberat 0,11 gram.

Kemudian, polisi kembali mengajak para pelaku ke indekosannya di dekat Pura. Di sana, polisi mengamankan alat hisap atau bong dan korek api gas yang digunakan para pelaku untuk menggunakan atau mengonsumsi sabu.

Sementara, dari keterangan para pelaku barang haram itu adalah milik orang bernama Made yang dibeli oleh dari orang bernama Gus Edi yang ada di dalam lapas dan dibeli dengan harga Rp350 ribu.

BACA JUGA:  Kajari Denpasar Irit Bicara Soal Kelanjutan Kasus Korupsi di Desa Dauh Puri Klod

“Yang bersangkutan tercatat sebagai pegawai negeri sipil di salah satu institusi. Yang bersangkutan kita jerat sebagai pengguna, namun terus kita dalami. Apakah yang bersangkutan masuk dalam jaringan (sebagai pengedar), itu masih kita kembangkan,” demikian Kapolres. (itn)