Tiga Kali Mangkir, Titian Wilaras Dijemput Jaksa Eksekutor dan Dijebloskan ke LP

Titian Wilaras (paling kiri) menandatangani berita acara eksekusi usai dijemput paksa di rumahnya. (FOTO : Sar/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar akhirnya menjebloskan  terpinana 8 tahun penjara kasus kejahatan atau tindak pidana perbankan, Titian Wilaras (56) ke LP Kerobokan Denpasar, Selasa (28/9/2021).

.Perjuangan Kejari Denpasar untuk megirim Titian Wilaras ke penjara tidaklah mudah. Pasalnya, pria yang sebelumnya divonis bebas majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar itu sempat mangkir dari panggilan jaksa eksekutor sebanyak tiga kali sehingga “memaksa” pihak Kejari Denpasar mengambil langkah cegah tangkal.

Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Yuliana Sagala mengatakan, pelaksanaan eksekusi berlangsung, Selasa (28/9/2021) malam sekitar pukul 21.00 wita. “Yang bersangkutan langsung dibawa ke Lapas Kelas IIA Kerobokan,” ucap Kajari Denpasar melalui siaran pers tertulis di Denpasar, Rabu (29/9/2021).

Yuliana Sagala menuturkan, terpidana dijemput ke rumahnya, pihak Kejari Denpasar melakukan pemanggilan eksekusi terhadap Titian Wilaras pada 31 Agustus 2021 agar datang ke Kejaksaan Negeri Denpasar pada Senin 6 September 2021. Namun saat itu ia tidak memenuhi panggilan.

Panggilan eksekusi ke 2 kembali diterbitkan pada 6 September 2021 dengan perintah terdakwa agar datang ke Kejaksaan Negeri Denpasar pada hari Senin tanggal 13 September 2021. Lagi-lagi terdakwa tidak memenuhi panggilan karena beralasan sakit.

Kejaksaan Negeri Denpasar kemudian melakukan panggilan eksekusi ke 3 yang diterbitkan pada 14 September 2021 dengan perintah Titian Wilaras agar datang ke Kejaksaan Negeri Denpasar pada hari Senin tanggal 20 September 2021.

“Terdakwa tidak memenuhi panggilan karena sakit,” ungkap Kajari Denpasar.

Sepekan kemudian, Selasa (28/9/2021), pihak keluarga terdakwa memberi informasi kepada Kasipidum dan jaksa eksekutor di mana terpidana Titian Wilaras dengan sukarela akan datang ke Kejari Denpasar pada sore hari.

BACA JUGA:  Tidak Kapok Edarkan Narkoba, ABG yang Juga Residivis Diciduk Polisi

Namun sorenya, JPU mendapat informasi bahwa terpidana Titian Wilaras mengalami sakit karena tensi naik. Atas informasi tersebut, Kasipidum dan jaksa eksekutor melakukan pemantauan terhadap terpidana.

Setelah mendapat informasi kondisi terpidana Titian Wilaras membaik, sekitar pukul 21.00 wita Kasipidum Kejari Denpasar bersama jaksa eksekutor Kejari Denpasar mengamankan Titian Wilaras di rumahnya, Jalan Pantai Karang No. 18 Sanur, Denpasar Selatan untuk dilakukan eksekusi.

Kajari menerangkan, eksekusi dilakukan sehubungan dengan Putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 1231 K/Pid.Sus/2021 yang menyatakan Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 453/Pid.Sus/2020/PN Dps tanggal 17 Desember 2020 terhadap terdakwa Titian dengan amar putusan.

Dimana dalam putusan itu majelis hakim tingkat kasasi menyatakan engabulkan permohonan kasasi dari pemohon/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Denpasar tersebut serta .embatalkan Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 453/Pid.Sus/2020/PN Dps tanggal 17 Desember tersebut.

Dalam amar putusnya, hakim kasasi juga menyatakan Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT. BPR Legian ini telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbankan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 50A Undang-undang RI No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sesuai Dakwaan tunggal Penuntut Umum.

Atas hal itu, Titian Wilaras divonis pidana penjara selama 8 tahun dan denda sebesar Rp10 milar subsidair 6 bulan kurungan, serta menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. (sar)