Ngaku Anggota Militer, Dua WNA Lakukan Penipuan Dideportasi

Dua WNA (tengah) lakukan penipuan dideportasi. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Dua orang warga negara asing (WNA) bernama Ernest Okechuwu Okanya (30) asal Nigeria dan Souleymane Konate (37) asal Pantai Gading ditangkap petugas atas kasus pelanggaran keimigrasian.

“Kedua WNA tersebut ditahan selama 22 hari di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, Rabu (29/9/2021) di Denpasar.

Jamaruli menerangkan, Ernest Okechukwu Okanya datang ke Indonesia pada tanggal 17 Desember 2019 silam, sementara Souleymane Konate masuk ke Indonesia pada tanggal 15 Maret 2020.

Dari catatan keimigrasian, kedua WNA tersebut masuk ke wilayah Indonesia menggunakan Bebas Visa Kunjungan Sosial Budaya.

Selama di Indonesia, kedua WNA ini
melakukan penipuan dengan mengaku sebagai anggota militer dan meminta sejumlah uang kepada sesama warga asing yang berada di luar negeri.

“Mereka juga melakukan judi bola secara online. Ini terbukti dengan ditemukan barang bukti berupa laptop, handphone dan beberapa simcard,” jelas Jamaruli.

Dikatakan, penangkapan bermula dari adanya informasi bahwa kedua WNA ini tidak memiliki izin tinggal keimigrasian. Keduanya kemudian ditangkap oleh petugas di sebuah homestay di seputaran Ubud, Kamis (2/9/2021).

Setelah 22 hari dikurung di Rudenim Denpasar, keduanya dipulangkan ke negaranya melalui Bandara International Soekarno-Hatta, Selasa (28/9/2021) petang.

Dengan adanya peristiwa tersebut, Jamaruli berharap kerjasama masyarakat maupun pelaku usaha wisata dalam pemantauan WNA di sekitarnya.

“Kami meminta agar proaktif memantau dan melaporkan berbagai jenis praktek
atau kegiatan yang dilakukan oleh warga negara asing kepada pihak berwenang atau memuat di media sosial supaya bisa diambil tindakan tegas,” ucapnya. (agw)

BACA JUGA:  Terlibat Lakalantas, ABG Meninggal di Sanur