Pangdam Udayana Sebut Butuh Keberanian Menangani Pandemi Covid

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia melibatkan banyak pihak, termasuk TNI dan Polri. Sementara di negara lain, keterlibatan kedua institusi tersebut dalam penanganan virus yang dapat mematikan manusia itu berbeda.

“Saya lihat dan baca berita, di sana (luar negeri, red) ada yang melibatkan tentara dan polisi, tapi hampir nggak ada mereka yang berpikirnya seperti kita,” ucap Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Jumat (24/9/2021) di Denpasar.

Di Indonesia, kata Pangdam, ketika ada masyarakat terkonfirmasi Covid-19, petugas di lapangan baik Babinsa maupun Babhinkamtibmas langsung turun.

“Mau jam 12 malam, pakai mobil apapun, dijemput oleh petugas. Kalau mereka berbeda, jam kerja selesai ya selesai. Di Bali juga begitu, nggak ada hari libur,” terangnya.

Mantan Komandan Paspampres ini mengungkapkan, dibutuhkan keberanian untuk penanganan pandemi Covid. Apalagi ketika jumlah kasus Covid-19 di Indonesia termasuk Bali beberapa waktu lalu sempat meningkat tajam.

“Seperti masalah isoter, katanya harus ada dokternya, harus ada ininya segala macam. Terus saya bilang, lulusan dokter 2050, kita tarik semua ke tahun ini, cukup nggak untuk memfasilitasi isoter seluruh Indonesia, ndak bisa,” ucapnya.

“Nggak ada alternatif lain kecuali keberanian. Kemudian saya bilang, nanti ketika ada yang terkena yakinkan dia OTG atau ada keluhan. Kalau OTG masukin isoter,” lanjutnya.

Di sisi lain, Pangdam juga meminta kepada masyarakat untuk bekerja sama. Ketika dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, masyarakat agar mau datang ke tempat isoter untuk menjalani isolasi.

“Kita satu setengah bulan angka positif 1.000, di saat isoter berjalan, sekarang langsung turun seratusan sehari,” ucap Pangdam. (agw)

BACA JUGA:  Percepat Vaksinasi, Putri Koster Bawa Tim Vaksinator Datangi Rumah Kaum Difabel