Menuju Paparless, RSUD Klungkung Kini Terapkan Rekam Medis Elektronik

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta meresmikan Sistem Informasi Medis on Tablet di Aula RSUD Kabupaten Klungkung. (foto: ist)

Beritabalionline.com – RSUD Kabupaten Klungkung Kini Terapkan Rekam Medis Elektronik (RME) dan juga aplikasi SIM ONTA (Sistem Informasi Medis On Tablet).
Inovasi baru ini diresmikan langsung oleh Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta yang berlangsung di Aula RSUD Kabupaten Klungkung, Jumat (24/9/2021).

Kegiatan juga dihadiri oleh Direktur RSUD, Dr Nyoman Kesuma, para wadir, para dokter Spesialis dan dokter umum, Pihak Universitas Udayana selaku Tim Swakelola serta para management.

“Saya tidak akan pernah berhenti mengawal Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung melakukan inovasi, dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Klungkung dan sekitarnya,” ujar Bupati asal Ceningan dihadapan jajaran RSUD Klungkung.

Bupati Suwirta menambahkan, inovasi ini agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh jajaran rumah sakit. Data rekam medis yang sebelumnya tercatat secara manual, bisa disalin kedalam e-rekam medis ini.

Dengan adanya inovasi tersebut, Bupati Suwirta berharap RSUD Klungkung bisa menuju paperless atau meminimalisir penggunaan kertas.
“Dokter, perawat dan pegawai RSUD Klungkung harus mengikuti perkembangan teknologi guna memberikan layanan lebih baik kepada masyarakat,” ajak Bupati Suwirta.

Sementara itu Direktur RSUD Klungkung, Dr Nyoman Kesuma menyampaikan bahwa kebutuhan sistem informasi pada rumah sakit telah ditetapkan sebagai suatu kewajiban, yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dimana pada pasal 52 ayat 1 dimana dinyatakan bahwa setiap rumah sakit wajib melakukan pencatatan pelaporan tentang semua kegiatan penyelenggaraan rumah sakit dalam bentuk sistem informasi manajemen rumah sakit.

Dr Kesuma juga mengatakan bahwa dengan telah di launchingnya RME SIM ONTA para dokter spesialis nantinya tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan jejak rekam medis pasien, tidak lagi memerlukan tempat yang sangat luas untuk menyimpan rekam medis dan yang terpenting dokter nantinya bisa menjawab konsul, melihat laporan dan mengambil keputusan dari mana saja asal ada jaringan internet.

BACA JUGA:  Wow..! Hari Ini, Pasien Positif Covid-19 di Bali Hampir Menyentuh Angka 500 Orang

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, bahwa rekam medis elektronik dari aspek administratif, bermanfaat sebagai tempat penyimpanan informasi secara elektronik mengenai data kondisi kesehatan dan data layanan kesehatan yang diperoleh pasien sepanjang hidupnya.

Dari aspek pengguna, penerapan Rekam Medis Elektronik memberikan manfaat kepada dokter dan petugas kesehatan Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dalam mengakses informasi pasien dan membantu dalam pengambilan keputusan klinis.

Terkait inovasi baru ini, Dokter Spesialis Gigi, Drg. Made Deby Artika, Sp, Perio menyampaikan secara pribadi dengan adanya rekam medis elektonik, sangat membantu dirinya dalam memberikan pelayanan.

Dirinya berharap dengan adanya E-Rekam Medis harus didukung dengan jaringan yang memadai.
“Jangan sampai sudah ada aplikasi tetapi tidak didukung oleh jaringan yang memadai,” ujar Dr Deby Artika optimis.(nay)