Menkunham Terbitkan Aturan Baru, Izinkan Orang Asing Masuk Indonesia

Suasana Bandara Ngurah Rai sebelum pandemi Covid. (FOTO : Agung W/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menerbitkan kebijakan keimigrasian terbaru berupa Permenkumham Nomor 34 Tahun 2021 Tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian Dalam Masa Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
“Menhunkam telah menandatangani peraturan menteri hukum dan HAM nomor 34 tahun 2021 pada tanggal 15 September,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali, Jamaruli Manihuruk dalam siaran pers, Sabtu (18/9/2021).
“Dalam Permen tersebut memang dibuka lagi kesempatan pemegang visa kunjungan untuk masuk ke Indonesia yang sebelumnya hal itu memang dalam Permen No 27 tahun 2021 sudah sempat tidak ada,” lanjutnya.
Dengan adanya Permen tersebut terang Jamaruli, hal ini tentunya perlu kesiapan dari seluruh pejabat imigrasi atau petugas imigrasi yang ada di bandara-bandara maupun pelabuhan yang akan dibuka nantinya.
Khusus untuk di Bali jelasnya, petugas imigrasi yang ada di Bandara International I Gusti Ngurah Rai pada prinsipnya selalu siap.
“Sampai sekarang pun petugas kami masih tetap berjaga meski tidak ada penumpang internasional yang masuk,” terangnya.
Kendati demikian ucapnya, untuk orang asing yang ada di Bali dan yang akan datang diimbau agar selalu mematuhi peraturan perundang-undangan termasuk di dalamnya adalah protokol kesehatan (prokes).
Ditambahkan, dalam peraturan Menhunkam yang baru juga terdapat pasal yang menegaskan bahwa mereka orang asing yang melanggar prokes bisa dikenakan tindakan keimigrasian.
“Sebelumnya orang asing yang melanggar prokes juga dikenakan tindakan, bahkan beberapa di antaranya sudah dideportasi. Dan ini dipertegas lagi lewat peraturan baru, jadi imbauan kami agar siapapun yang datang harus mematuhi segala peraturan perundang-undangan ini,” pungkasnya. (agw)
BACA JUGA:  Diduga Terlibat Jaringan dan Pakai Narkoba, Kapolsek Astana Anyar Bersama 11 Anak Buahnya Terancam Dicopot dan Dipidana