Jalur Penerbangan Keluar Masuk Bali Diawasi Ketat, Pemerintah Diminta Tutup Sementara Akses Masuk WNA

Petugas memeriksa dokumen penumpang pesawat Citilink jurusan Dili. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai memeriksa penumpang dan kru pesawat charter Citilink (QG8510) dengan tujuan Dili. Pemeriksaan berlangsung di Bandara International I Gusti Ngurah Rai.

“Pemeriksaan dilakukan terhadap dokumen perjalanan dan izin tinggal orang asing,” terang Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, Rabu (15/9/2021) di Denpasar.

“Ini untuk memastikan dokumen perjalanan dan izin tinggal masih berlaku dan tidak termasuk dalam daftar pencegahan serta melakukan scan dokumen/ input data perlintasan dalam sistem APK,” lanjutnya.

Dikatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap 13 orang yang di antaranya 8 orang kru WNI, 5 orang penumpang yang terdiri dari 1 orang WNI dan 4 orang WN Timor Leste.

Pemeriksaan oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai berlangsung selama tiga jam dari pukul 07.00 Wita hingga 10.00 Wita.

“Ini juga untuk menindaklanjuti surat yang diajukan oleh PT Citilink Indonesia dengan nomor : CITILINK/DPSKK-0174/IX/2021 perihal Penanganan Penerbangan Citilink,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Jamaruli, setelah diberikan izin keluar kepada 8 orang kru dan 5 orang penumpang, pesawat Citilink (QG8510) akhirnya berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju Dili pada pukul 10.15 Wita.

Tutup Sementara

Sementara itu di tempat terpisah, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah tidak ragu menutup sementara akses terhadap warga negara asing yang hendak masuk ke Indonesia. Tujuannya untuk mencegah lonjakan penularan virus Covid-19.

Kementerian Kesehatan sebelumnya mencatat pada periode 1 sampai 6 September 2021, sebanyak 7.179 pelaku perjalanan internasional masuk ke Indonesia. Dari jumlah tersebut, 2 persen di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jangan ragu untuk menutup sementara akses terhadap WNA jika memang betul-betul diperlukan. Kesehatan dan keselamatan rakyat dalam negeri harus diutamakan daripada yang lain,” katanya lewat pesan, Rabu (15/9/2021) seperti dikutip merdeka.com.

BACA JUGA:  Gubernur Bali Minta Areal Sentra-sentra Garam Tidak Dibangun Villa

Dia mengatakan, pemerintah harus memperketat akses masuk WNA maupun WNI dari luar negeri. Lakukan screening, karantina dan pemantauan dengan maksimal.

“Jangan sampai kita kecolongan lagi dan terjadi imported case,” ujarnya.

Menurutnya, akan sangat berbahaya bila ada pelaku perjalanan dari luar negeri masuk ke Indonesia dalam keadaan terinfeksi virus. Mengingat, saat ini ada perkembangan varian baru yang sudah masuk ke berbagai negara.

“Ini akan sangat berbahaya mengingat adanya perkembangan dari varian MU yang sudah terjadi di 45 negara lebih, termasuk di negara-negara Asia,” pungkasnya.

Diketahui, Kementerian Kesehatan mencatat pada periode 1 sampai 6 September 2021, sebanyak 7.179 pelaku perjalanan internasional masuk ke Indonesia. Dari jumlah tersebut, 2 persen di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan di pintu masuk kedatangan Indonesia. Padahal mereka membawa surat bebas Covid-19 dari negara asalnya.

“Periode 1 sampai 6 September 2021, sebanyak 2 persen pelaku perjalanan internasional terkonfirmasi positif Covid-19, dari jumlah total kedatangan 7.179 orang,” kata Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi melalui keterangan tertulis, Selasa (14/9/2021).

Dari total pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat tiba di Indonesia, paling banyak berasal dari lima negara. Yakni Arab Saudi, Malaysia, Turki, Uni Emirat Arab, dan Singapura. (agw/itn)