Dua BUMD Gianyar Raih Top BUMD Awards

Prestasi membanggakan kembali diraih Pemerintah Kabupaten Gianyar pada ajang Top BUMD Awards 2021 yang berlangsung di Jakarta. (foto: ist)

Beritabalionline.com –  Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar. Pada ajang Top BUMD Awards 2021 yang dilangsungkan di Jakarta Jumat (10/9/2021), PDAM Tirta Sanjiwani Gianyar dan Bank Daerah Gianyar memperoleh penghargaan Top BUMD kategori bintang 4.

Prestasi tersebut telah diraih tiga kali berturut-turut sejak tahun 2019 oleh PDAM Tirta Sanjiwani dan untuk pertama kalinya oleh Bank Daerah Gianyar. Selain itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra juga menerima 2 penghargaan sebagai Top Pembina BUMD 2021 pada PDAM Tirta Sanjiwani dan Bank Daerah Gianyar, sementara Direktur PDAM Tirta Sanjiwani dan Bank Daerah Gianyar memperoleh penghargaan Top CEO BUMD 2021.

Dengan demikian, Gianyar memborong pulang 6 penghargaan sekaligus.
Top BUMD Awards adalah kegiatan pembelajaran dan pemberian penghargaan BUMD yang terbesar di Indonesia. Kegiatan Top BUMD Awards diselenggarakan oleh majalah Top Business yang diterbitkan PT Madani Solusi Internasional, bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan beberapa lembaga, asosiasi dan konsultan bisnis, seperti LKN (Lembaga Kajian Nawacita), SGL Management, PPM Manajemen, Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, dan Solusi Kinerja Bisnis, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Bandung.

Terdapat empat kriteria penilaian dalam ajang ini, yakni pertama berkinerja baik, banyak melakukan improvement/inovasi perbaikan, berkontribusi besar dalam pembangunan daerah, serta memiliki strategi dan inovasi di masa pandemi Covid-19 agar bisnis tetap tumbuh berkelanjutan.

Penghargaan Top BUMD Award tidak serta merta didapatkan oleh PDAM Tirta Sanjiwani, tentunya dengan melakukan berbagai terobosan dan inovasi di tengah pandemi. S alah satunya memberikan kemudahan akses pelayanan pembayaran PDAM secara online.

BACA JUGA:  9 ABK KM Liberty 1 Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Wilayah Operasi Pencarian

“Membangun sistem online, jadi pembayarannya dapat dilakukan di bank, Kantor Pos, Indomaret dan lainnya tanpa harus ke loket PDAM. Di mana PDAM kini memiliki 12 modul sistem keuangan online yang semuanya saling terintegrasi,” ujar Dirut PDAM Tirta Sanjiwani Made Sastra Kencana.

Terlebih lagi di masa pandemi meski pendapatan PDAM turun, namun masih bisa berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah.
“Dalam situasi pandemi meski pendapatan turun namun kita masih bisa memberikan laba, itu artinya eksis.

Bagaimana di masa pandemi PDAM masih bisa berkontribusi memberikan labanya untuk pendapatan daerah. Caranya melakukan efisiensi baik di bidang listrik maupun operasional lainnya,” ujar Sastra.

Di samping melakukan efisiensi, PDAM Tirta Sanjiwani juga melakukan pengembangan Air Minum Dalam Kemasan. Jadi PDAM Tirta Sanjiwani melayani air minum dalam saluran pipa maupun dalam kemasan.

Mengurangi beban masyarakat di tengah pandemi, Sastra mengungkapkan bahwa PDAM memberikan relaksasi kepada pelanggan. “Kita juga melakukan relaksasi kepada pelanggan dan tidak melakukan terminasi. Artinya tidak melakukan pemutusan jika ada keterlambatan membayar, tetapi jika pelanggan menunggak kita berikan kebijakan relaksasi pembayaran tanpa mengurangi nilai, misalnya hutang Rp100.000 bisa dicicil,” ucapnya.

Begitupula dengan permintaan sambungan baru, pelanggan cukup mengajukan permintaan serta membayar deposit serta sisanya dapat dicicil, katanya. Ditanya harapan ke depannya, Sastra menjawab tentu adanya peningkatan prestasi dengan membawa PDAM pada peringkat bintang 5.

Artinya, BUMD telah layak untuk dijadikan contoh. Untuk mencapainya, PDAM Tirta Sanjiwani mencoba membuat suatu desain, modul penanganan kebocoran.

“Untuk naik level 5 kita mencoba untuk membuat suatu desain modul penanganan kebocoran yang diminta oleh BPKP. Kita diminta untuk menjadi brandsmart atau pilot project, jika itu berhasil maka kita bisa dijadikan contoh sehingga diharapkan mampu meningkatkan peringkat Kabupaten Gianyar,” ucap Sastra, menjelaskan.

BACA JUGA:  Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 40 Orang, Persebaran OTG Didominasi Keluarga

Sementara itu, Dirut Bank Daerah Gianyar I Nyoman Suparsa Widana berterima kasih atas inovasi dan kebijakan Bupati Gianyar Made Mahayastra yang menunjuk pihaknya sebagai penyalur Kurda Gianyar Aman Sejahtera (Kurda GAS). Di mana melalui Kurda yang diperuntukkan bagi keluarga pra sejahtera Gianyar ini, Bank Daerah Gianyar menjadi lebih dikenal masyarakat Gianyar dan mengantarkannya meraih Top BUMD Award.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati atas inovasi dan dukungannya, masyarakat jadi lebih kenal tentang keberadaan Bank Daerah Gianyar. Kami berharap masyarakat Gianyar lebih memanfaatkan jasa perbankan kami, di mana laba yang kami dapatkan akan disetorkan kepada pemkab sebagai PAD dan dimanfaatkan kembali untuk membiayai pembangunan dan sebagainya, yang tentu saja artinya dinikmati kembali oleh masyarakat,” ujar Suparsa Widana.

Kurda GAS adalah terobosan Bupati Gianyar Made Mahayastra yang diluncurkan akhir tahun lalu. Kurda GAS diperuntukkan bagi 7.554 keluarga pra sejahtera Gianyar berdasarkan SK Bupati tahun 2019. Untuk mengaksesnya, ada beberapa persyaratan yaitu harus terdaftar sebagai keluarga pra sejahtera Gianyar pada SK Bupati tahun 2019 tersebut, harus memiliki usaha, dan usaha tersebut harus berada di wilayah Gianyar.

“Usaha apa saja, misalnya dagang canang, membuat jajan, usaha kecil lainnya, akan dibantu permodalannya sesuai persyaratan,” tambahnya.

Hingga akhir Agustus 2021, Bank Daerah Gianyar telah mensurvei 191 keluarga pra sejahtera. Dari jumlah tersebut yang layak mendapat bantuan sebanyak 48 KK. Total pinjaman yang sudah digulirkan sebesar Rp 226,5 juta. Masing-masing mendapat pinjaman maksimal lima juta rupiah dengan jangka waktu tiga tahun.

Kurda GAS ini merupakan kredit tanpa agunan dengan bunga 6%per tahun. “Sebesar 6% per tahun itu adalah bunga saat awal Kurda GAS diluncurkan, dan saat ini bunga segera diturunkan menjadi 4% per tahun,” ucap Suparsa Widana.

BACA JUGA:  Lagi 3 Pasien Covid-19 di Bali Meninggal Dunia, Kasus Positif Kembali Melambung

Disebutkannya bahwa pembayaran kredit oleh masyarakat penerima manfaat sangat lancar hingga saat ini. Dana Kurda GAS sendiri berasal dari APBD Pemkab Gianyar tahun 2020 sebesar Rp 3,5 miliar, yang pengelolaannya dipercayakan kepada Bank Daerah Gianyar. (yes)