Jual Tanah Warga, Oknum Kades di Nusa Penida Dijebloskan ke Penjara

Polisi tunjukkan barang bukti saat ekspose pengungkapan kasus penjualan tanah oleh oknum Kades. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Salah satu oknum Kepala Desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, bernama I Ketut Tamtan (53) digelandang ke Mapolda Bali lantaran menjual tanah seluas 5,5 hektar milik warga setempat.

“Pelaku menjual tanah milik orang lain yang sudah disertifikatkan atas nama pelaku,” kata Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombes Pol Ary Satriyan, Selasa (14/9/2021) di Denpasar.

Kasus ini bermula ketika orangtua I Nyoman Tangkas meminta pelaku untuk membantu mensertifikatkan tanahhnya yang berbentuk tegalan pada 2012 silam.

Namun oleh pelaku yang menjabat sebagai kepala desa selama dua periode tersebut, tanah milik korban disertifikatkan atas namanya sendiri dan pihak pemilik tanah tidak mengetahui.

Pada bulan Mei 2016, tersangka menawarkan tanah yang telah dipecah menjadi 4 sertifikat tersebut kepada seorang pembeli bernama Ni Made Murniati.

Tersangka dan Made Murniati lalu mendatangi kantor notaris di daerah Klungkung untuk melakukan perjanjian jual beli tanah.

“Di sana tersangka meyakinkan bahwa tanah yang dijual itu adalah tanah miliknya. Setelah itu keduanya sepakat dan oleh Made Murniati tanah dibeli seharga Rp832 juta,” terang Kombes Ary.

Belakangan, anak pemilik tanah mengetahui. Mereka kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Klungkung pada 2018.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polda Bali pada bulan Maret 2021. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan hingga gelar perkara, polisi akhirnya menetapkan Ketut Tamtan sebagai tersangka pada 14 Juli 2021.

“Dalam kasus ini kami hanya menetapkan Ketut Tamtan sebagai tersangka. Untuk notaris dan lainnya hanya sebagai saksi,” ucap Dirkrimum.

Saat ini, berkas perkaranya dinyatakan lengkap (21) dan tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Bali pada 30 Agustus 2021. (agw)

BACA JUGA:  Terduga Pemukul Dandim Buleleng Bakal Dipanggil Penyidik