Kualitas Tembakau Kurang Baik, Petani Gianyar Berkurang

Tanaman Tembakau. (foto: ist)

Beritabalionline.com –  Petani Tembakau di Kabupaten Gianyar Berkurang drastis selama 5 Tahun Terakhir, Pasalnya kualitas tembakau yang dihasilkan kurang bagus dan kalah saing di skala nasional.

Padahal sekitar Tahun 2017, produksi komoditas tembakau Gianyar menduduki peringkat 2 di Bali setelah Buleleng. Dimana tembakau Gianyar dipasok untuk kebutuhan rokok PT Bentoel Biru, namun karena kualitasnya berkurang, kerjasama ini tidak berlanjut.

“Untuk di Gianyar, komoditas tembakau paling banyak ditanam di Kecamatan Sukawati, Luas tanamnya kini menyusut, sekarang yang masih menanam tembakau sekitar 368 hektar yang dulunya hampir 600 hektar,” kata Kabid Pembibitan Dinas Pertanian Peternakan Gianyar, Gusti Nyoman Raka, Senin (13/9/2021).

Sedangkan dua kecamatan lain sebagai penghasil tembakau adalah Payangan dan Tegalalang. Sebelumnya luas tanam di Payangan sekitar 8 hektar, kini hanya 2 hektar saja. Dan di Tegalalang hanya 1 hektar, sedangkan sebelumya sampai 12 hektar. Khusus untuk panen tembakau di dua kecamatan ini, produksi hanya untuk lokal saja.

 

Diakuinya, sebelum lima tahun, sebanyak 13 subak di Kecamatan Sukawati sangat bergairah menanam tembakau. Dulu, nilai ekonomis tembakau melebihi padi, sehingga bergairah. Saat ini, disaat masa tanam palawija petani mengisi dengan tembakau.

“Berkurangnya karena alih fungsi lahan dan komoditas tidak laku di skala nasional,” ujarnya.

Sedangkan saat ini, luas tanam yang 368 hektar ini hasil panennya untuk komoditas lokal, seperti pecanangan/nginang dan rokok lokal. Rokok lokal ini juga untuk rokok kebutuhan upacara.

“Keluhan petani pada umumnya hasil panen tidak laku, sehingga dijual di pasar lokal saja,” jelasnya.
Lebih lanjut Gusti Raka mengatakan turunnya kualitas tembakau karena beberapa hal, seperti pemeliharaan yang terkait dengan unsur hara, pemupukan, sehingga kadar nikotin tinggi.

BACA JUGA:  Pemkab Klungkung Sosialisasikan Produk Hukum kepada Masyarakat

Faktor kedua adalah saat musim panen terlalu banyak hujan kualias tidak baik. “Hal lainnya karena umur daun saat dipanen dan permentasi dan penjemuran daun pasca panen,” imbuhnya.(yes)