Hajar Orang dengan Roti Kalung, Pria di Denpasar Diringkus Polisi

Pelaku penganiayaan ditangkap polisi. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Polisi menangkap pria bernama I Gusti Ngurah Agung Karna (34) karena melakukan penganiayaan kepada pria bernama Rahmat (24) di areal toko modern Jalan Pulau Bungin, Pedungan, Denpasar Selatan.

“Ini pelaku penganiayaan yang kasusnya sempat viral di media sosial beberapa hari lalu,” terang Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan AKP Hadimastika KP, Rabu (8/9/2021) di Denpasar.

Peristiwa bermula ketika korban dan temannya bernama I Gede Suariawan (21) baru selesai makan di TKP, Sabtu (4/9/2021) sekitar pukul 03.20 Wita.

Tak berselang lama datang pelaku berboncengan dengan seorang wanita dan langsung masuk ke mesin ATM. Usai dari ATM pelaku menuju motor hendak pergi.

Namun ia turun dari sepeda motornya dan menghampiri teman korban sembari bertanya, Ada apa? Dan dijawab saksi, “Tidak ada Bli, saya sedang makan”.

Setelah itu, pelaku kemudian menunjuk korban sambil bertanya, Ada apa kamu lihat-lihat?  Dan dijawab korban, “Saya ndak lihat, saya lagi makan”.

Tiba-tiba pelaku berbadan gempal dengan rambut dicat warna merah itu memukul pipi kiri korban dengan tangan kosong.

Saksi yang melihat sempat melerai. Di sana pelaku lalu mengambil roti kalung dari celananya dan memukuli korban hingga dahi dan bibir korban robek.

Usai melakukan aksi penganiayaan, pelaku kemudian kabur, sementara korban yang mengalami luka dibawa ke RS Surya Husada.

Polisi yang melakukan penyelidikan menerima informasi jika pelaku kos di seputaran Jalan Pulau Saelus, Denpasar Selatan. Saat didatangi, penghuni kos mengatakan jika pelaku pulang ke kampungnya di Pemaron, Buleleng.

Dua hari pascakejadian, pelaku akhirnya ditangkap ketika sembunyi di rumah kakak pacarnya di daerah Buleleng, Senin (6/9/2021) sekitar pukul 16.00 Wita.

BACA JUGA:  Tipu Pembeli Villa, Bos Properti Dijebloskan ke Rutan Polda Bali

“Pelaku mengaku memukuli korban dengan rantai kalung dengan alasan tersinggung karena pacarnya dipandang oleh korban,” jelas Kanitreskrim, seraya menambahkan jika pelaku bukan anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas). (agw)