Insiden Desa Sidetapa Berakhir Damai, Gubernur Bali dan Pangdam Turun Tangan

Gubernur Koster bersama Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak serta pejabat Forkopimda memediasi upaya damai insiden di Desa Sidatapa, Buleleng. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Insiden ricuh di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu berakhir damai. Gubernur Bali I Wayan Koster dan PangdamIX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak  langsung turun tangan mendamaikan para pihak yang terlibat dalam peristiwa itu.

Dengan demikian seluruh proses hukum yang tengah ditangani kepolisian maupun Polisi Militer (POM) dihentikan untuk seterusnya.

Proses pembicaraan perdamaian berlangsung di Mako Kodim 1609/Buleleng, Selasa (7/9/2021) dengan dihadiri pejabat teras Forkopimda Provinsi Bali dan Pemkab Buleleng. Dihadirkan pula warga masyarakat Desa Sidatapa yang dianggap terlibat dalam insiden  pada saat kegiatan tes rapid antigen massal di Wantilan Pura Bale Agung, Desa Sidetapa, pada Senin (22/8/2021) lalu.

Saat warga akan memasuki ruang pertemuan sempat terjadi perdebatan antara aparat dengan kuasa hukum warga Kadek Cita Ardana Yudi. Kuasa hukum tak diperkenankan ikut dalam pertemuan dan diminta untuk menunggu di luar.

Gubernur Koster usai pertemuan mengatakan, dua belah pihak yang terlibat dalam peristiwa Sidatapa sepakat untuk berdamai dan menghentikan semua proses hukum yang tengah berlangsung. Menurutnya, inti dari pertemuan tersebut adalah perdamaian dan tidak ada lagi yang mengungkit masa lalu.

”Kedua belah pihak telah berdamai, sehingga didak ada lagi proses hukum. Saya minta semua pihak mendukung keputusan ini, tidak ada lagi yang memanas-manasi dan melakukan tindakan yang menyebabkan terganggunya kondusifitas di masyarakat,” pintanya.
Sementara Mayjen TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, kasus kericuhan di Desa Sidatapa bukan merupakan prioritas kehadirannya di Buleleng. Karena sejak awal Maruli mengaku melihat celah adanya kemungkinan damai setelah kedua belah pihak menginginkan adanya perdamaian.
“Gubernur (Koster) sudah menyinggung bahwa lawan kita sekarang adalah Covid-19  dan kemiskinan. Jadi tidak ada waktu untuk habiskan energi  dengan persoalan seperti ini,” ujarnya.

Mayjen Maruli menyebut, Buleleng merupakan daerah terbaik dalam mengatasi Covid-19 dan tidak hanya di Bali namun sudah menjadi contoh bagi daerah lain. Karena itu katanya, ke depan di Bali akan dikembangkan usaha pertanian untuk bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

BACA JUGA:  Gubernur Bali Apresiasi Rancangan Perwali Denpasar tentang Pembatasan Kegiatan di Wilayah Desa

“Peluangnya sudah bertahap dikerjakan. Dan momentum ini akan digunakan untuk memulai berkomunikasi dengan lebih baik secara langsung dengan masyarakat. Masalah ini (insiden Sidatapa) kita anggap sudah selesai dan kita kembali focus pada penanganan Covid-19 dan kemiskinan,” imbuhnya.

Selain itu, Mayjen Maruli Simanjuntak mengingatkan, masyarakat Bali untuk terus kompak dalam mengatasi pandemi Covid. Jika tidak kondisi Bali akan terus mengalami masalah yang berkaitan dengan virus Covid-19 ini. (itn)