Setelah 4 Tahun Menghuni Lapas Kerobokan, WN Jerman Akhirnya Dideportasi

Bule Jerman mantan residivis kasus narkotika saat dideportasi. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Seorang pria warga negara (WN) Jerman bernama Tim Dielenschneider (29) dideportasi. Ini setelah ia dinyatakan melanggar Pasal 75 ayat (1) Undang-undang nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian.

“Yang bersangkutan diberangkatkan tadi malam sekitar pukul 21.05 WIB melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta dengan penerbangan TK57 dan TK1523 tujuan Jakarta-Istanbul-Jerman,” terang Kepala Kantor Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, Kamis (2/8/2021) di Denpasar.

Sebelumnya, pria yang lahir di Kota Dortmound, Jerman ini ditangkap petugas kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Bali di Perumahan Pering River, Gianyar pada awal 2016 silam atas kasus narkotika.

Ia kemudian divonis 4 tahun penjara dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan. Tak lama di LP Kerobokan, bule tersebut dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gianyar.

Tak berselang lama, WN Jerman yang memiliki istri warga negara Indonesia ini kembali dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bangli.

Pada 27 Mei 2020, ia mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB) sehingga diserahkan penangannya ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Denpasar.

“Saat itu yang menjadi penjamin adalah istrinya bernama Ni Desak Made Chandra Karlina,” jelas Jamaruli.

Kakanwilkumham menyatakan, selama proses bimbingan yang berlangsung 15 bulan, ia disebut sangat kooperatif dan telah memenuhi syarat umum serta syarat khusus.

Hingga akhirnya bule Jerman ini menyelesaikan masa bimbingan di Bapas Kelas 1 Denpasar pada tanggal 31 Agustus 2021 dan langsung diserahkan ke pihak imigrasi.

Dijelaskan oleh Jamaruli, berakhirnya bimbingan pemasyarakatan terhadap Tim Dielenschneider, sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan.

“Bapas merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang berfungsi untuk melakukan bimbingan, pengawasan dan pendampingan terhadap narapidana yang menjalani reintegrasi sosial pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB), cuti menjelang bebas (CMB) dan asimilasi,” pungkasnya. (agw)

BACA JUGA:  Jual Solar Milik Perusahaan, 4 ABK Diamankan Polisi