Beberapa Wilayah di Bali Alami Kekeringan, Pemerintah Diminta Lakukan Langkah Antisipasi

Ilustrasi kekeringan. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mengalami kekeringan. BNPB menyebut wilayah yang mengalami kekeringan yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali dan Jawa Timur.

“Potensi bahaya yang perlu diantisipasi yaitu berkurangnya persediaan air untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian, kebakaran semak, hutan, lahan dan pemukiman,” ucap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran pers tertulis, Rabu (1/9/2021).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta kepala daerah di provinsi tersebut untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan.

Pertama diminta untuk melakukan pemantauan dan peninjauan lapangan bersama dinas-dinas terkait untuk mengantisipasi dan menangani terjadinya kekeringan serta potensi kebakaran hutan, lahan dan semak.

Kedua, kepala daerah mengambil langkah-langkah penguatan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat terkait ancaman kekeringan di daerah masing-masing.

“Pemerintah setempat juga diharapkan untuk aktif dalam mengkampanyekan hemat air, salah satunya dengan memanfaatkan air limbah rumah tangga yang relatif bersih untuk digunakan kembali,” terangnya.

Ia juga meminta para pemangku kepentingan untuk selalu berkoordinasi dalam kesiapan mekanisme tanggap darurat serta penyiapan untuk mempelajari rencana kontinjensi dan penyiapan rencana operasi.

“Kepada masyarakat juga agar dilakukan sosialisasi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, mengikuti kebijakan PPKM, serta tetap menjalankan segala peraturan pemerintah terkait percepatan penanganan Covid-19,” ujarnya.

Sementara dari pantauan BMKG, beberapa wilayah dalam status ‘Siaga’ kekeringan meteorologis seperti Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Bondowoso, Pamekasan dan Situbondo di Jawa Timur.

Untuk wilayah di Bali yakni Kabupaten Buleleng dan Karangasem. Kemudian Lombok Timur, NTB, serta Kabupaten Ende, Ngada dan Sumbar Barat di NTT. (agw)

BACA JUGA:  Gubernur Koster Tegaskan Negara Maritim Tak Perlu Impor Garam