Cek Aktivitas Orang Asing, Tim Pora Obok-obok Wilayah Ubud

Sejumlah warga asing ditemukan di Academy Fitness. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) menggelar operasi gabungan di daerah Ubud, Gianyar. Operasi dilakukan karena diperoleh informasi adanya aktivitas warga negara asing di dua wilayah tersebut.

“Operasi gabungan yang berlangsung hari ini melibatkan beberapa instansi terkait,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, Senin (30/8/2021) di Denpasar.

Sasaran pertama yakni Usada Bali Culture Centre Forum dan Academy Fitness Ubud yang berlokasi di Jalan Sugriwa nomor 4, Ubud, Gianyar.

Di lokasi berlantai dua, di mana lantai satu untuk restoran dan lantai dua dijadikan tempat yoga ini, petugas mendapati beberapa orang asing sedang makan.

Jamaruli mengatakan, dari keterangan salah satu karyawati diperoleh informasi bahwa Usada Bali dimiliki 3 orang asing warga negara Amerika Serikat, Perancis, dan Swiss.

“Namun ketiga WNA pemilik usaha sedang tidak berada di Indonesia. Setelah dilakukan pengecekan terhadap dokumen milik ketiganya, tidak ditemukan adanya indikasi pelanggaran peraturan keimigrasian,” jelasnya.

Usai dari Usada Bali, tim gabungan menuju Academy Fitness Ubud di Jalan Monkey Forest, Ubud, Gianyar yang merupakan gym dan fitnes center. Di sana petugas mendapati beberapa orang asing tengah beraktivitas.

Kepada petugas, karyawan setempat mengatakan jika tempat usaha tersebut milik warga negara Indonesia sesuai dengan dokumen berupa akta pendirian.

“Usaha tersebut milik WNI namun ada beberapa pelangganya orang asing,” kata Jamaruli.

Dikatakan, Operasi Gabungan Tim PORA merupakan tindaklanjut dari Rapat Koordinasi Tim PORA yang sebelumnya dilakukan di Ubud pada tanggal 12 Agustus 2021 lalu.

Jamaruli mengimbau kepada masyarakat di Provinsi Bali untuk bisa bekerjasama dalam menindak pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara asing.

BACA JUGA:  Sekda Kota Denpasar Terima Uang Edisi Khusus Rp75 Ribu dari BI

“Jika masyarakat melihat keberadaan WNA yang mencurigakan, bisa segera melaporkan ke Tim PORA yang sudah dibentuk di setiap kecamatan agar kami
dapat segera menindaklanjutinya,” tegasnya. (agw)