Menkumham Sebut Negara Wajib Lindungi ABH dari Tindak Kekerasan

Ilustrasi. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Negara berkewajiban memenuhi hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi, serta mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi.

“Tak terkecuali bagi anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang saat ini mendekam di balik tembok lembaga pembinaan khusus anak (LPKA),” kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly saat menjadi pembicara pada “Webinar Mendengar Suara Anak Didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak Seluruh Indonesia” beberapa waktu lalu.

Menkumham menyatakan, anak yang karena suatu hal harus berhadapan dengan hukum dan menjalani masa pidana di LPKA, tentu mendapatkan penanganan dan perlakuan yang berbeda.

Penanganan ABH harus disiapkan untuk mereka menjadi generasi yang mampu mengambil pelajaran hidup yang amat berharga bagi kehidupannya.

“Pelaksanaan pemberian pelayanan, perlindungan, pembimbingan, pembinaan, dan pendidikan, serta perawatan yang diberikan saat proses peradilan,” ucapnya melalui daring.

“Serta penempatan anak di LPKA adalah dalam rangka membina anak agar menjadi manusia yang berguna dan bertanggungjawab untuk dirinya sendiri di tengah kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” sambungnya.

Melalui acara yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ini, Menkumham berharap agar dalam penerapannya, kepentingan dan perlindungan kepada anak, utamanya kepada ABH, harus dikedepankan.

“Anak harus tetap menjadi central point, mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, identitas, dan dapat berpartisipasi dalam pembangunan kelak,” paparnya.

Sementara Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati berharap kegiatan yang dihelat untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2021 ini dapat membawa semangat baru dan bermanfaat bagi semua.

“Sesungguhnya Hari Anak Nasional dirayakan bukan hanya untuk selebrasi semata, tetapi untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya anak-anak,” jelasnya.

BACA JUGA:  Ungkap Peredaran Narkoba Napi LP Kerobokan, BNNP Bali Sita 1 Kg Ganja

Menteri Bintang mengaku jajaran Kementerian PPPA siap untuk bersinergi, berkolaborasi sesuai dengan tugas dan fungsi yang dimiliki demi memastikan hak anak-anak dapat terpenuhi dan terlindungi sebaik-baiknya.

“Tanamkan dalam diri kalian bahwa kalian merupakan aset bangsa yang berharga,” pesannya. (agw)