Renggut Nyawa 1.208 Wartawan, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah Ajak Pers Perangi Covid-19

Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra (kanan) menerima piagam dalam acara Webinar Nasional yang mengangkat tema ‘Peran Pers Menggelorakan Empat Pilar Kebangsaan di Masa Pandemi Covid-19’. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di masa pandemi Covid-19.

Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah dalam pernyataannya yang disampaikan secara virtual mengajak para insan pers membantu upaya negara memerangi penyebaran Covid-19. Dia menganalogikan virus Sars-Cov-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 sebagai tentara siluman. Hanya saja, pasukan tak kasat mata itu tidak pernah memandang tengkuk musuhnya. Semua bisa saja jadi korban keganasan pasukan maya itu.

“Dalam perang konvensional mengenal konvensi hukum perang. Aturannya tidak boleh membunuh warga sipil, tenaga medis, anak-anak dan jurnalis,” kata Ahmad Basarah melalui virtual, Jumat, 27 Agustus 2021.

Ahmad menyebut data, dari 1.636 lebih tenaga kesehatan telah jadi korban Covid-19. Kemudian, data tim Gugus Covid-19 mencatat, jumlah anak yang positif hingga 13 Juli 2021 sebanyak 328 ribu anak, berusia 0-18 tahun. Selain itu, data Press Emblem Campaign (PEC) mencatat sampai Mei 2021, Covid-19 telah merenggut nyawa 1.208 jurnalis (wartawan).

“Jadi semua yang diatur dalam hukum perang yang tidak boleh dilanggar, tidak berlaku oleh tentara siluman Covid-19, semua bisa jadi korban virus ini,” ujarnya.

Karenanya, dia mengajak media dan insan pers turut membantu upaya pemerintah dalam memerangi covid-19 yang masih akan menjadi ancaman serius dalam beberapa tahun mendatang.

Sementara Ketua PWI Bali, IGMB Dwikora Putra sebagai mitra penyelenggara webinar Empat Pilar Kebangsaaan bersama lembaga MPR RI mengatakan, merunut eksistensi organisasi PWI yang sejak berdiri mendukung perjuangan bangsa di era pergerakan.

BACA JUGA:  Pacar dan Keluarga Terpapar Covid-19 di Klungkung

Dalam pandangannya, ia mengatakan, nafas organisasi PWI adalah membawa persatuan. Hal itu lanjutnya, tidaklah mudah untuk mencapai tujuan perjuangan yang menjadi cita-cita bangsa.

“Terkait dengan empat pilar sekarang, PWI sudah selesai, wartawan Indonesia memiliki tanggung jawab yang sama bersama negara, pemerintah dan elemen masyarakat lain,” terang Dwikora.

Dikatakan, ada banyak hal yang bisa dilakukan wartawan dalam memberikan edukasi empat pilar kebangsaan. Salah satunya adalah, meredam informasi hoaks tentang Covid-19. Pers menurut Dwikora berfungsi sebagai cleaning house untuk mengklarifikasi berita bohong.

“Soal hoaks, kalau ada wartawan yang menyebarkan berita bohong, ibaratnya dosanya sudah tidak bisa diampuni. Terkait pandemi, Pers memberikan informasi yang benar, dan jangan sampai kontra produktif, ini jadi peran kita bersama,” ujar Dwikora yang juga Peminpin Redaksi Harian Warta Bali.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI mengangkat tema ‘Peran Pers Menggelorakan Empat Pilar Kebangsaan di Masa Pandemi Covid-19’. Kegiatan berlangsung secara hybrid di Kantor Sekretariat PWI Bali, Jalan Gatot Subroto, Kompleks Niti Mandala, Lumintang, Denpasar.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu  Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE., MM., Pengamat Politik Undiknas Denpasar Dr. Nyoman Subanda dan Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra. Acara yang dihadiri puluhan wartawan media cetak, elkektronik, dan online serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi itu dipandu Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Bali, Budiharjo. (sas)