21 Calon Bendesa Desa Adat dan Prajuru Desa Adat Pecatu Jalani Tes Urine

Tes urine calon Bendesa Adat dan Prajuru Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali melakukan tes urine narkotika kepada 21 orang calon Bendesa Adat dan Prajuru Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

“Tes urine merupakan deteksi dini bagi para calon Bendesa Desa Adat dan Prajuru Desa Adat di lingkungan tersebut, termasuk Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, yang secara sukarela ikut dites urine,” terang Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Gde Sugianyar Dwi Putra, Kamis (26/8/2021) di Denpasar.

Sugianyar mengatakan, penyalahgunaan narkoba saat ini tidak hanya terjadi di daerah perkotaan, namun juga sudah menyasar ke tingkat desa.

Berdasarkan data rehabilitasi tahun 2020 yang ada di BNN Provinsi Bali, 60 persen penyalaguna narkotika merupakan masyarakat asli Bali, 10 persen orang luar lahir di Bali, 28 persen warga pendatang dan 2 persen lainnya warga negara asing.

Dengan kondisi tersebut, BNN Provinsi Bali mencanangkan program desa bersinar (bersih narkoba) dengan mendorong partisipasi aktif desa untuk menggalakkan program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungannya masing-masing.

“Adapun bentuk implementasi pelaksanaan kegiatan yang bisa dilaksanakan untuk mewujudkan Desa Bersinar, salah satunya yang telah dilakukan oleh Desa Adat Pecatu,” jelasnya.

Ditambahkan, tes urine yang berlangsung, Rabu (25/8/2021) dilakukan atas permintaan tertulis dari Bendesa Adat setempat sebagai wujud dari kepedulian masyarakat untuk turut berperan serta dalam penanggulangan masalah narkotika.

“Adapun hasil dari pelaksanaan tes urine, keseluruhannya negatif atau tidak ditemukan adanya penyalahgunaan narkoba bagi calon Bendesa Adat dan Prajuru Desa Adat Pecatu,” ucap mantan Kabidhumas Polda Bali ini.

BACA JUGA:  Pemlab Klungkung Raih Penghargaan Kemendagri Kinerja Sangat Tinggi dari

Brigjen Pol. Gde Sugianyar Dwi Putra berharap Desa Adat Pecatu bisa menjadi contoh untuk desa lainnya yang memiliki komitmen bersih, mampu membawa, menjaga desa dan masyarakatnya dari ancaman bahaya narkoba guna mewujudkan Bali Bersinar. (agw)