Putri Koster Dorong Kader PKK Akselerasi Vaksinasi Covid-19 untuk Difabel

Putri Koster saat mengikuti rakor vaksinasi secara virtual dari Jaya Sabha Denpasar. (foto: ist)

Beritabalionline.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster meminta seluruh kader PKK mulai tingkat kabupaten/kota, kecamatan hingga desa bersinergi dan bergotong-royong mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi kaum disabilitas.

Hal itu diungkap Putri Koster saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) vaksinasi disabilitas yang diselenggarakan secara virtual dari Ruang Kerja Ketua TP PKK Provinsi Bali, Gedung Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (24/8/2021).

Rakor virtual ini diikuti sekitar 500 peserta dari TP PKK Provinsi serta kabupaten/kota seluruh Bali. Rapat juga dihadiri oleh Staf Khusus Presiden, Susilo serta OPD terkait baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se Bali.

 

Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri ini menyebutkan bahwa Pemprov Bali mendapatkan bantuan vaksin Covid-19 jenis Sinopharm dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang khusus diperuntukkan untuk penyandang disabilitas serta Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berusia 18 tahun ke atas dan belum mendapatkan vaksinasi.

“Untuk mensukseskan pelaksanaan vaksinasi yang dicanangkan pada awal September 2021 mendatang diperlukan sinergitas semua OPD terkait serta seluruh kader PKK secara terstruktur dari tingkat provinsi hingga desa, baik dalam pengumpulan data maupun teknis atau skema pelaksanaannya,” ujar Putri Koster.

 

Menurut Putri Koster, Kader PKK di tingkat desa diharapkan memastikan para penyandang disabilitas yang belum divaksin di wilayahnya masing masing agar dibantu untuk mendapatkan akses vaksin serta memfasilitasi (penjemputan dan pengantaran ) ke lokasi vaksin. “Usahakan mengantar kembali ke rumah masing masing,” tegas perempuan asal Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat ini.

 

Tidak hanya itu, kader PKK juga diminta bergotong-royong memberikan konsumsi kepada para peserta vaksin. Demikian pula halnya dengan TP PKK di tingkat kabupaten/kota untuk memonitor persiapan dan pelaksanaan vaksinasi serta secara gotong-royong, menyiapkan konsumsi bagi petugas vaksin selama pelaksanaan vaksinasi berlangsung di kabupaten/kota masing-masing.

BACA JUGA:  Bupati Suwirta Motivasi Tenaga Kesehatan dan Pegawai RSUD Klungkung

 

“Vaksinasi ini akan dilakukan dua kali, suntikan pertama di tanggal 2-4 September dan suntikan kedua setelah 21 hari dari penyuntikan pertama. PKK harus bergerak cepat membantu pemerintah. Kerjasama, sinergitas dan gotong royong yang baik antar komponen akan mensukseskan pelaksanaan vaksinasi ini. Mari kita lakukan hal yang kecil, dengan cinta yang besar sehingga manfaatnya benar benar dirasakan oleh masyarakat,“ jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina. Kata Anom Agustina berdasarkan data yang diperoleh di Provinsi Bali terdapat sekitar 12.086 penduduk penyandang disabilitas. Dari sejumlah itu sekitar 10.703 atau (88,56%) berusia 18 tahun ke atas.

“Jumlah ini yang akan menjadi sasaran pelaksanaan vaksinasi Sinopharm,” katanya. (tim)