Kasus Konfirmasi Covid-19 di Jawa-Bali Menurun, Luhut Ingatkan Ini

Luhut Binsar Panjaitan. (FOTO : Istimewa)

Beritabalionline.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan agar Indonesia tidak Jumawa ketika mampu menurunkan kasus harian disaat negara lain masih mengalami peningkatan.

“Kalau kita lihat sekarang Indonesia mampu menurunkan kasus harian di saat negara lain masih mengalami peningkatan. Kasus konfirmasi harian dan kasus aktif di Jawa-Bali telah turun signifikan, tapi kita harus super hati-hati, tidak bisa kita Jumawa seolah ini selesai,” ujar Luhut dalam Rakornas APINDO ke-31, Selasa (24/8/2021).

Dikatakan, belajar dari pemimpin di banyak negara lain yang mengklaim sudah bisa mengendalikan pandemi Covid-19 di negaranya, namun ternyata negara mereka justru malah terkena pandemi lagi.

“Banyak negara lain yang atasan mereka mengendalikan ternyata juga kena lagi. Dan kita tidak mau seperti itu oleh karena itu langkah-langkah harus kita lakukan pembukaan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, hingga Senin (23/8/2021) penambahan kasus konfirmasi Covid-19 turun di angka 87,3 persen. Dia pun berharap ke depannya tren penurunan kasus bisa mencapai angka 90 persen atau lebih.

“Kalau dilihat per kemarin penambahan kasus konfirmasi Covid-19 turun 87,3 persen, saya kira kalau hari ini berlanjut kita bisa mencapai 90 persen atau lebih. Saya kira ini hal yang baik,” ujarnya.

Penurunan kasus harian tersebut diikuti oleh peningkatan kesembuhan dan kasus kematian di Jawa-Bali. Luhut mengatakan selama 3 minggu terakhir peningkatan kesembuhan pasien Covid-19 meningkat dua kalipat.

Dijelaskan Luhut, angka kematian akibat Covid-19 di Jawa-Bali juga mengalami tren penurunan, hanya saja terdapat hal yang menarik lantaran data kematian pasien Covid-19 masih belum tercatat dengan baik. Kendati begitu, Pemerintah akan terus berusaha mengupdate data kematian tersebut.

BACA JUGA:  Siswa Didik Sespimmen Polri Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat

“Kematian juga menurun, datanya menarik karena banyaknya yang kurang baik. Namun sekarang kami sudah link dengan rumah sakit, jadi dengan begitu data kami akan lebih bagus. Meskipun dalam 1 minggu ke depan ini masih ada data-data yang lama keluar lagi sehingga belum drop betul angka kematian,” jelasnya.

Saat ini angka kematian pasien Covid-19 tercatat 800 kasus . Dia berharap beberapa minggu ke depan angka kematian bisa turun di bawah 500 kasus, setelah data-data disinkronkan melalui data-data yang diambil dari berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia. (sdn/itn)