BNN Gagalkan Penyelundupan Narkotika Jaringan Thailand dan Aceh, Sita 324 Kg Sabu

BNN sita barang bukti ratusan paket sabu hasil pengungkapan. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan dua upaya penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh sindikat narkotika jaringan Thailand dan Aceh. Barang bukti yang diamankan berupa sabu seberat 324,3 kilogram.

“Penggagalan upaya penyelundupan narkoba jaringan sindikat Thailand dan Aceh dilakukan oleh BNN bekerjasama dengan Bea dan Cukai,” kata Kepala BNN Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose dalam keterangan pers tertulis, Jumat (20/8/2021).

Pengungkapan kasus berawal dari penyelidikan intelijen yang dilakukan oleh BNN kepada seorang pria warga Aceh berinisial SY (36). Ia diketahui berlayar dari perairan Thailand menuju Aceh Timur dengan menggunakan speedboat, Kamis (12/8/2021).

Setibanya di Aceh Timur, SY dibekuk oleh petugas BNN di sebuah bengkel kapal yang berada di Desa Kampung Jalang, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 100 bungkus teh Cina warna hijau yang dibagi ke dalam 4 karung dengan berat total mencapai 105,5 kilogram.

Berdasarkan pengakuan tersangka, sebelumnya ia diperintahkan oleh JP alias JY untuk bertemu di tengah laut guna mengambil sabu. Setelah diambil, sabu dibawa ke gudang sesuai perintah JP alias JY.

“Saat membongkar di gudang, tersangka dibantu oleh R dan F. Saat ini JP alias JY, R dan F masuk dalam pencarian orang (DPO),” jelasnya.

Untuk pengungkapan kasus narkotika jaringan Aceh ungkap Komjen Pol. Golose, hal ini berawal dari penyelidikan intelijen BNN yang bekerjasama dengan Bea dan Cukai. Penyelidikan ini merupakan bagian dari operasi laut interdiksi terpadu.

Dalam kasus ini petugas mengamankan 5 orang tersangka yitu masing-masing berinisial B alias Y (39), T alias CM (52), ES alias E (26), AN alias WY (44), dan AY alias R (52).

BACA JUGA:  Hari Ini, Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia Bertambah 5.760 Orang, Total Jadi 1.284.725 Orang

Petugas pertama kali membekuk AY dan B di kawasan Pulau Beureh, Banda Aceh. Keduanya yang diduga sebagai penjaga gudang ini dibekuk usai mengendarai speedboat untuk mengambil 198 bungkus plastik berisi sabu dengan berat 218,8 kilogram di kawasan Wisata Kuliner, Jumat (13/8/2021).

Setelah mengamankan AY dan B, petugas kemudian menangkap T alias CM di Jalan Raya Medan – Banda Aceh. T alias CM diketahui merupakan pengendali dari penyelundupan dan peredaran narkotika ini.

“Keesokan paginya, Sabtu (14/8/2021), kembali diamankan tersangka lainnya, yaitu Es alias E, dan AN alias WY di tempat terpisah,” beber Kepala BNN.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Narkotika No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (agw)