Terjebak Pandemi dan Kehabisan Uang, Turis Tanzania dan Bayinya Tak Bisa Pulang ke Negaranya

Turis perempuan asal Tanzania bersama bayinya saat dibawa petugas ke Rudenim Denpasar. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Seorang perempuan warga negara Tanzania bernama Glory Pius Nanai (28) bersama bayinya yang masih berusia 5 bulan dibawa ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar di Jalan Raya Uluwatu nomor 108, Jimbaran, Badung.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap yang bersangkutan,” ucap Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, Kamis (19/8/2021) di Denpasar.

Wanita asing tersebut sebelumnya diketahui datang ke Bali untuk berlibur dengan menggunakan bebas visa pada 23 Februari 2020 silam.

Lantaran terjebak pandemi Covid-19 dan kehabisan uang untuk melahirkan, ia yang saat itu datang ke Bali seorang diri akhirnya tidak bisa pulang ke negaranya.

Selama di Bali, perempuan kelahiran 23 Maret 1993 ini pun harus kerap berpindah tempat tinggal mulai dari Kuta, Canggu dan terakhir di daerah Ubud.

“Yang bersangkutan overstay sekitar 500 hari. Dia diamankan di daerah Ubud, Gianyar beberapa waktu lalu,” jelas Jamaruli.

Ditambahkan, proses pendeportasian terhadap wanita yang dinyatakan melanggar Pasal 78 ayat (3) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian belum bisa dilakukan.

“Pendeportasian dari wilayah Indonesia belum dapat dilaksanakan mengingat yang bersangkutan belum memiliki tiket kembali ke negara asalnya,” pungkasnya. (agw)

BACA JUGA:  Usai Menenggak Solar, Seorang Pria di Denpasar Meregang Nyawa