Minimnya Sosialisasi Picu Masyarakat Terpapar Covid Enggan Dibawa ke Tempat Isoter

Masyarakat terkonfirmasi Covid-19 tengah menjalani pemulihan di tempat isolasi terpusat. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan melarang masyarakat yang terpapar Covid-19 melakukan isolasi mandiri (isoman). Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid semakin meluas.

Namun kebijakan tersebut seolah tidak maksimal dikarenakan banyak masyarakat yang masuk dalam kategori pasien tanpa gejala, ini enggan dibawa ke tempat isolasi terpusat (isoter) yang telah disediakan oleh pemerintah.

“Padahal di tempat isolasi terpusat masyarakat lebih terjamin kondisinya,” kata Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 163/ Wira Satya Mayor Ida Bagus Putu Diana Sukertia, Selasa (10/8/2021) di Denpasar.

Pihaknya tidak memungkiri bahwa masih banyak masyarakat yang menolak dibawa menuju ke tempat isolasi terpusat dan memilih isolasi mandiri dengan berbagai alasan.

Kondisi ini tak lepas dari kurangnya informasi atau sosialisasi di lapangan. Sehingga progam isolasi terpusat untuk mencegah penyebaran Covid semakin meluas belum maksimal.

Oleh karena itu, TNI bersama Polri dan instansi terkait kian gencar turun untuk memberi edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait isolasi terpusat.

Dijelaskan oleh Kapenrem, ketika menjalankan isolasi terpusat kesehatan masyarakat dipantau setiap saat oleh tenaga medis yang ada, termasuk rutin diberi vitamin serta makan.

“Jadi ketika ada apa-apa dengan pasien, maka proses penanganannya lebih cepat karena di sana sudah ada tenaga medis yang selalu memantau kondisi kesehatan kita setiap saat,” jelasnya.

Ditambahkan, selama 10 hingga 14 hari menjalani isolasi terpusat masyarakat juga diajak untuk olahraga bersama. Kegiatan ini dilakukan agar imun masyarakat tetap terjaga sampai kemudian mereka dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Dalam kesempatan tersebut Mayor Bagus juga kembali berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar tidak terpapar Covid.

BACA JUGA:  Hari Ini, Jumlah Pasien Covid-19 Sembuh di Denpasar Bertambah 34 Orang, Positif 15

“Tetap patuhi 6M yakni memakai masker dengan benar⁣⁣, menjaga kebersihan tangan⁣⁣, menjaga jarak⁣⁣, mengurangi mobilitas⁣⁣, menjaga pola makan sehat dan istirahat cukup⁣⁣⁣ untuk menjaga imun serta mematuhi aturan⁣⁣,” ucapnya.

“Semoga pandemi ini segera berakhir, masyarakat bisa beraktivitas dengan normal dan ekonomi kembali pulih,” pungkasnya. (agw)