Eboh Soal IRT “Dicovidkan”, Kadiskes Bali Berkilah Seperti Ini

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali, I Ketut Suarjaya. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Kasus Ibu rumah tangga (IRT), Siti Herlina (40), yang dinyatakan positif Covid-19 sesuai data Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) sepertinya akan memasuki babak baru dan menjadi ‘bola liar’. Pasalnya, Siti Herlina dinyatakan positif Covid-19,  padahal hasil test antigen menyebutkan yang bersangkutan negatif.

Ini terjadi lantaran, setelah dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali, I Ketut Suarjaya, Jumat (6/8/2021), menyampaikan saran kepada awak media agar kasus ini tidak diributkan.

Saat melakukan konfirmasi tersebut, beberapa wartawan sedang berkumpul di Pojok Sudirman Denpasar dengan menerapkan protokolkesehatan (Prokes). Para wartawan tersebut ingin menemui Kadiskes Suarjaya.

Namun niat bertemu itu urung terlaksana lantaran salah seorang wartawan berhasil menghubungi Kadiskes Suarjaya melalui pesan WA. Kadiskes merespons dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan wartawan, termasuk diberitahu bahwa hasil percakapan WA akan dimuat sebagai berita di beberapa media.

Banyak pertanyaan wartawan yang direspons dengan baik oleh Kadiskes Suarjaya. ‘Mohon penegasan pak, pertanyaan saya, atas dasar apa sehingga ibu Siti Herlina tersebut dinyatakan positif, dan sudah masuk data Kemenkes RI sebagai pasien positif?’ tanya wartawan via pesan WA.

Pertanyaan ini  tidak segera dijawab oleh Kadiskes Suarjaya. Namun sekitar 3 jam kemudian barulah Suarjaya menjawab. “Mestinya gak usah ribut, tapi konfirmasi dengan swab PCR. Lebih berbahaya kalau positif dibilang negatif,” tulis Suarjaya melalui pesan WA menjawab pertanyaan wartawan.

Hal lain yang disampaikan Kadiskes adalah, seharusnya saat dinyatakan positif hari itu (yaitu data Kemenkes), padahal ada hasil swab antigen negatif, yang bersangkutan bisa minta konfirmasi pemeriksaan Swab PCR. “Pasti kami bantu. Semoga hasilnya negatiif,,” tulis Suarjaya.

BACA JUGA:  Hadapi Nataru, Basarnas Bali Siagakan 107 Personel

Pernyataan Suarjaya ini, menurut beberapa wartawan agak tidak masuk akal, lantaran Siti Herlina sendiri telah dinyatakan positif oleh Kemenkes. “Kok agak aneh pak, masa setelah dinyatakan positif baru PCR? Bukankah PCR dulu baru dinyatakan positif atau negatif?” tanya wartawan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Kadis Suarjaya mengatakan, untuk membuktikan harus dengan Swab PCR. Padahal nyatanya, Siti Herlina sudah dinyatakan positif sesuai data Kemenkes RI yang diterima Siti Herlina pada Selasa, 3 Agustus 2021.

“Ya karena sebelumnya hasil negatif terus ada informasi positif, untuk membuktikan ya hanya dengan swab PCR. Swab PCR adalah golden standar,,” tulis Suarjaya lagi.

Sebelumnya diberitakan beberapa media cetak maupun online di Bali, ada seorang ibu rumah tangga atas nama Siti Herlina berusia 40 tahun dinyatakan positif Covid-19 sesuai data Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) yang diterimanya pada 3 Agustus 2021 melalui pesan WhatApp. Padahal hasil tracing dengan test antigen, ibu tersebut negatif.

Tak pelak, pemberitahuan yang diterimanya dari Kemenkes RI tersebut membuat yang bersangkutan panik. Kepanikan tidak saja dialami sang ibu, tetapi juga dialami seluruh keluarga dekatnya terutama suami dan anak-anak Siti Herlina.

“Ini bagaimana kok bisa dinyatakan positif covid-19, padahal hasil antigen istri saya negative. Dalam ketentuan yang disampaikan dimlingkungan banjar saya, hanya orang yang ditest antigen positiflah yang dilanjutkan swab PCR untuk menentukan positif atau negatif,” ujar suami Siti Herlina, dengan nada tanya penuh keheranan.

Dikatakan, bahwa istrinya yakni Siti Herlina tidak menjalani test swab PCR karena test antigen sudah menyatakan negative. Ia lantas pertanyakan dari mana Kemenkes mendapat data medis bahwa istrinya positif, padahal tidak menjalani test PCR. (*/ist)