Polri Bentuk Tim Internal Usut Bilyet Rp2 Triliun Akidi Tio yang Diduga Bodong

Bilyet giro Rp2 Triliun milik Akidi Tio. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Mabes Polri turun tangan. Membentuk tim internal mengusut bilyet giro Rp2 Triliun milik Akidi Tio yang diduga bodong.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan tim internal yakni Itwasum Polri dan Paminal Propam Mabes Polri.

“Kemudian yang berkaitan dengan Kapolda Sumatera Selatan, ini dari Mabes Polri sudah menurunkan tim internal yaitu dari Irsus Itwasaum Mabes Polri, dan dari Paminal Propam Mabes Polri,” katanya, Rabu (4/8/2021).

“Ya tentunya untuk melihat kejelasannya seperti apa, kasusnya bagaimana dan itu adalah ranah daripada klarifikasi internal. Kita tunggu saja hasil dari kegiatan penyelidikan dan pemeriksaan internal dari Mabes Polri,” katanya.

Periksa 5 Orang

Sejurus dengan hebohnya bilyet giro Rp2 triliun yang diduga bodong, lima orang saksi sudah diperiksa  polisi.

“Tentu penyidik sedang bekerja, sudah meminta keterangan kepada 5 orang sementara ini yaitu kepada yang bersangkutan Bu Heriyanty, Pak Darmawan dan dengan teman-temannya saudara yang lain yang mengetahui dan ada nanti ada juga ahli kami mintai keterangan di sana. Ini untuk prosesnya oleh penyidik ya,” kata Argo.

Pada kesempatan yang sama, Argo membeberkan kronologi penyerahan bilyet giro Rp2 T hingga akhirnya tak bisa dicairkan.

26 Juli
Heriyanty, anak Akidi Tio menyerahkan dana hibah Rp2 T secara simbolis ke Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri.

29 Juli
Heriyanty memberikan Bilyet Giro (BG) ke Polda Sumsel yang tertulis jatuh tempo pada 2 Agustus 2021.

“Kemudian BG tersebut diclearing, penyidik ke bank dengan yang bersangkutan kita melaksanakan clearing atau ingin mengambil dana tersebut. Ternyata dari bank itu memberikan keterangan bahwa saldo tidak mencukupi,” jelasnya.

BACA JUGA:  Benarkah PPKM Picu Kenaikan Kasus Covid-19? Ini Penjelasan Pemerintah

Mengetahui saldo tidak cukup, kemudian penyidik melakukan penyelidikan dengan mencari tahu apakah motif dan maksud dari kejadian tersebut.

“Kemudian nanti penyidik akan mencari apakah motifnya, apakah maksudnya ya kepada itikad baik untuk penyumbang penanganan Covid di Sumatera Selatan ini,” ungkapnya. (*/itn)