Ini Kesan Sekaligus Harapan WNA yang Ikut Vaksin Covid-19 di Bali

Warga Negara Asing (WNA) di Bali antusias mengikuti vaksinasi Covid-19. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Bali terus melakukan berbagai upaya pemulihan ekonomi, terutama di sektor pariwisata. Pun para pelaku industri pariwisata terus berbenah dengan menyiapkan penerapan protokol kesehatan baik pada objek wisata, hotel maupun restoran sehingga tumbuh kepercayaan di kalangan wisatawan akan penerapan protokol kesehatan di Bali.

Disamping penerapan Clean, Health, Safety and Environment ( CHSE), penerapan pembayaran non tunai dengan aplikasi QRIS terus digencarkan sehingga wisatawan akan merasa aman dan nyaman untuk berwisata ke Bali nantinya. Demikian pula halnya dengan pasar domestik yang terus dipacu dan pasar dosmetik ini merupakan peluang pasar yang cukup potensial.

Pemprov Bali juga menyiapkan sejumlah regulasi pendukung sebagai payung hukum serta terus melakukan perbaikan sarana prasarana seperti penambahan dan peningkatan kualitas dari rumah sakit, ruang isolasi , kapasitas laboratorium serta terus menjajaki kerja sama dengan pelaku industri di luar negeri dan survei trend pariwisata sebagai akibat dari pandemi Covid 19.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan semua pihak baik itu pemerintah, pelaku industri pariwisata dan juga masyarakat diharapkan kepercayaan akan pariwisata Bali dapat tumbuh dan kembali bangkit.

Tidak hanya itu, peranserta warga negara asing (WNA) yang kini ada di Bali juga sangat diharapkan, terutama dalam penerapan protokol kesehatan (Prokes), selain mendukung program vaksinasi Covid-19. Artinya, semua WNA yang ada di Bali saat ini diwajibkan untuk vaksin.

Hal tersebut sejalan dengan syarat dan ketentuan kriteria yang berlaku bagi WNA yang tinggal di Indonesia. Mereka  dapat mengikuti vaksinasi Covid-19 secara gratis, dengan ketentuan harus memiliki nomor register, izin tinggal, Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas), dan nomor paspor.

BACA JUGA:  Koperasi di Klungkung Bakal Digelontor Bantuan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Permenkes ini merupakan pembaruan dari Permenkes Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Kemenkes telah mengonfirmasi penerbitan aturan ini.

Dalam Permenkes Nomor 10 Tahun 2021 diatur bahwa perwakilan negara asing dan organisasi nirlaba internasional yang sedang bertugas di Indonesia dapat mengikuti pelaksanaan Vaksinasi Program atau Vaksinasi Gotong Royong.

Antusias

Antusias WNA mengikuti vaksinasi Covid-19 di Bali sangat tinggi. Di sejumlah sentra vaksin presisi di Kota Denpasar ada saja warga asing yang ikut. Salah satunya adalah wanita bernama Sarah Nanchy (34).

Ketika datang ke tempat vaksinasi,  wanita asal Melbourne , Australia ini langsung mengisi formulir dan identitas. Kemudian dia menunggu untuk dilakukan skrining kesehatan oleh petugas medis.

Ketika giliran namanya dipanggil, Sarah pun diperiksa kesehatannya oleh tim dokter. Setelah dinyatakan lolos, ia pun masuk ke bilik vaksin. Ini adalah vaksin dosis pertama yang diterimanya. Kemudian dia harus menunggu 30 menit untuk observasi.

Setelah dinyatakan tidak ada reaksi apapun, Sarah pun diperbolehkan meninggalkan lokasi. Dia mengaku senang dan berterimakasih sudah mendapat vaksin. “I’m very thankful that i have vaccination today. I’m very happy (saya sangat berterima kasih bisa mendapatkan vaksin hari ini, saya sangat senang),” komentarnya, usai menjalani vaksinasi  di Sanur, baru-baru ini.

Menurut Sarah, tenaga kesehatan yang bertugas sangat profesional. Dia pun tidak merasakan efek apapun. “No problem, the nurse very professional, not hurt (tidak masalah, tenaga kesehatannya sangat profesional, tidak sakit),” ujarnya memberi sanjungan.

BACA JUGA:  Jumlah Penumpang di Bandara Ngurah Rai Naik 8 Persen

Kodam IX/Udayana terus menggenjot program vaksinasi di Bali, selain warga negara Indonesia, vaksinasi juga menyasar kalangan WNA yang  saat ini berada di Pulau Dewata, Bali.

Di hari keempat serbuan vaksinasi Kodam IX/Udayana, tercatat sebanyak 100 lebih WNA yang telah divaksinasi, di gedung Prajaraksaka, Kepaon, Kecamatan Denpasar Selatan.

Agar dapat divaksin, WNA tersebut diminta petugas menunjukkan kartu izin tinggal sementara, dan selanjutnya menjalani proses screening.

Para WNA menilai vaksinasi di Bali berjalan sangat baik, tertib dan profesional. Melalui upaya ini, mereka berharap dapat mendukung pemulihan pariwisata Bali yang sejak pandemi Corona sangat terpuruk, bahkan nyaris “mati suri”.

“Saya berkunjung kemari dengan visa bekerja, dan saya ucapkan terimakasih kepada Kodam IX/Udayana atas kinerjanya,” kata WNA penerima vaksin asal Prancis, Cane Collin.

Sementara itu, Kakesdam IX/Udayana, Kolonel Ckm. I Made Mardika mengatakan, layanan vaksinasi ini akan terus digelar pihaknya demi terbentuk kekebalan komunal di Bali.

Sementara itu, 537 WNA tercatat juga mengikuti vaksinasi Covid-19 di Denpasar. Jumlah ini didominasi oleh WNA yang berdomisili di wilayah Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan. WNA yang bisa divaksinasi Covid-19 di Denpasar merupakan pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, Selasa (15/6/2021) mengatakan, WNA ini memiliki beragam profesi mulai dari guru, hingga pekerja hotel. Ada juga WNA yang memang sudah menetap di Denpasar.
Mereka mengikuti vaksinasi di Sanur, sedangkan beberapa di antaranya melakukan vaksinasi mandiri ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Denpasar.

“Untuk WNA yang divaksinasi dosis pertama sebanyak 537 orang. Sekarang ada beberapa yang sudah mendapat dosis kedua. Mereka yang di luar Sanur biasanya langsung ke RSUD Wangaya dengan membawa Kitas,” terang Dewa Rai.

BACA JUGA:  Adian Napitupulu Tuding Rekrutmen Direksi dan Komisaris BUMN Tidak Sesuai Mekanisme

Ia menambahkan, WNA ini ikut divaksinasi agar tidak menjadi penyebar Covid-19. Apalagi mereka tinggal dalam waktu yang cukup lama di Denpasar. Untuk pelaksanaan vaksinasi Pemerintah Kota Denpasar juga telah melakukan konsultasi dengan beberapa Konsul Jenderal (Konjen) seperti Konjen Jepang, India, maupun Korea Selatan yang ada di Denpasar.

Dijelaskan Dewa Rai, pelaksanaan vaksinasi WNA ini harus mendapat persetujuan dari negara asalnya demi keselamatan. Jika belum mendapat persetujuan, pihaknya tak berani melakukan vaksinasi.

Di samping juga mengedukasi para WNA yang sudah divaksin untuk mensosialisasikan program ini bahwa pemerintah Indonesia, baik Pemprov Bali dan Kota Denpasar secara khusus, serius dalam menangani pandemi Covid-19 ini.

“Nantinya, jika Sanur maupun daerah pariwisata sudah dibuka, para WNA yang menetap di Bali maupun Denpasar ini dapat menginformasikan kepada keluarga, kerabat atau teman-temannya untuk datang ke Indonesia, terutama Bali dan juga Sanur,” katanya.

Pernyataan senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya menyebut bahwa orang asing memang dibolehkan untuk ikut vaksin di Bali. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan atasan dan atas permintaan pemerintah sesuai dengan surat edaran yang berlaku.
Sebab selama mereka berada di Bali atau daerah lain di Indonesia, dan bila bepergian harus menunjukkan Sertifikat Vaksin sebagai syarat perjalanan dalam negeri dan luar negeri.  “Untuk orang asing boleh vaksin. Ini syarat dan ketentuan bagi PPDN dan PPLN. Selain itu kita ingin agar Bali cepat selesai target vaksinasi,” ujarnya.
Menurut Suarjaya, vaksin bagi orang asing juga tidak dipungut biaya. Bahkan, untuk lokasi di areal DPRD Bali, bukan hanya menerima orang asing, tetapi beberapa warga lokal yang bukan ber-KTP Bali juga bisa vaksin. Banyak juga warga asal Jakarta yang sedang berwisata di Bali juga diperkenankan menerima vaksin. (sdn)