Cegah Kasus Pengeroyokan di Monang-maning Terulang, Polda Bali Larang Finance Gunakan Jasa Debt Collector

Foto ilustrasi debt collector.

Beritabalionline.com – Peristiwa pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya Gede Budiarsana (34) secara mengenaskan sangat disayangkan banyak pihak. Pasalnya,  persoalan ini muncul karena dilatarbelakangi masalah kredit macet sepeda motor.

“Padahal semua sudah tertuang secara jelas dalam aturan bagaimana pihak kreditur menarik jaminan fidusia, apabila pihak debitur tidak bisa melaksanakan kewajibannya,” kata Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ambariyadi Wijaya, Selasa (27/7/2021) di Denpasar.

Untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa, Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali mengadakan rapat secara virtual dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), finance serta dari eksternal finance.

Ambariyadi mengatakan, berdasarkan Perkap No. 8 Tahun 2011 pihak finance dimungkinkan untuk meminta bantuan kepada kepolisian melakukan pengamanan guna menguasai fisik dari benda yang diikat jaminan fidusia.

Namun dalam prakteknya, masih banyak ditemukan adanya tindakan debt collector yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku, bahkan mengarah pada perbuatan melawan hukum.

“Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), tindakan mereka bisa mengarah ke tindak pidana, salah satunya adalah pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan,” jelasnya.

Menurutnya, segala mekanisme dan prosedur hukum dalam pelaksanaan eksekusi sertifikat jaminan fidusia harus dilakukan dan berlaku sama dengan pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Dalam kesempatan tersebut AKBP Ambariyadi juga mengingatkan kepada pihak finance agar dalam proses pemberian kredit (survei) kepada calon debitur dilakukan lebih teliti dan hati-hati.

“Kepada finance juga kami imbau agar tidak menggunakan pihak ketiga (eksternal Polri) dalam melakukan eksekusi jaminan fidusia,” tegasnya. (agw)

BACA JUGA:  Mencoba Kabur dan Melawan, 2 Jambret Spesial Wisatawan Asing Didor Polisi