Wayan Sadia, Pelaku Utama Pengeroyokan Gede Budiarsana hingga Tewas Terancam 15 Tahun Penjara

Wayan Sadia, pelaku utama pengeroyokan (tiga dari kiri) saat digiring petugas kepolisian. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.comFOTO)

Beritabalionline.com – I Wayan Sadia (40) ditetapkan sebagai pelaku utama kasus pengeroyokan hingga mengakibatkan Gede Budiarsana (34) tewas di simpang Jalan Subur – Jalan Kelimutu, Monang-maning, Denpasar Barat, Jumat (23/7/2021) sekitar pukul 15.00 Wita.

“Yang bersangkutan dikenakan Pasal 338 KUHP karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun,” ucap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Senin (26/7/2021) di Mapolresta Denpasar.

Sementara untuk 6 pelaku lain dijerat pasal berbeda dengan ancaman penjara mulai dari 5 tahun hingga paling tinggi 12 tahun.

Kombes Jansen menyebut, Wayan Sadia juga mengalami luka robek di bagian kepala belakang karena sempat berkelahi dengan korban.

Sebelumnya, Polresta Denpasar akhirnya menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus pengeroyokan di hingga mengakibatkan Gede Budiarsana (34) tewas.

Ke 7 tersangka yakni I Wayan Sadia (40), Benny Bakarbessy (42), Fendy Kaimana (30), Jos Bus Likumahwa (30), Gusti Bagus Christian Alevanto (23), Gerson Pattiwaelapia (23) dan Dominggus Bakar Bessy (23).

Dijelaskan Kapolresta, peristiwa bermula dari kedatangan 4 orang debt collector dari PT Beta Mandiri Multi Solusien ke tempat kos Ketut Widiada (kakak korban) untuk menarik sepeda motor karena Ketut Widia menunggak pembayaran, Jumat (23/7/2021) sekitar pukul 16.45 Wita.

Di sana Ketut Widiada mengatakan akan datang ke kantor PT Beta Mandiri Multi Solusien di Jalan Patuha, Monang-maning, Denpasar untuk meyelesaikan permasalahan.

Ia lalu mengajak korban yang disebut anggota salah satu ormas di Bali menuju kantor Beta Mandiri Multi Solusien dengan mengendarai sepeda motor sendiri-sendiri.

Sampai di sana keributan terjadi. Gede Budiarsana dikeroyok oleh para pelaku sementara Ketut Widiada melarikan diri dengan luka robek di kepala.

BACA JUGA:  Bebas dari Penjara, Dua WNA Bawa Tes Suket PCR Palsu Dideportasi

Gede yang juga terluka berupaya melarikan diri namun dapat dikejar dan akhirnya tewas beberapa puluh meter dari kantor Beta Mandiri Multi Solusien.

Hasil pemeriksaan, pria asal Kubutambahan, Buleleng ini mengalami sejumlah luka terbuka dan patah tulang yang disebabkan kekerasan benda tajam dan benda tumpul.

“Terdapat 6 luka baik akibat kekerasan benda tajam maupun benda tumpul. Hal ini yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelas Kapolresta.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita sebilah pedang dengan gagang terlepas yang digunakan pelaku untuk menebas korban Gede Budiarsana, tiga buah kursi plastik dan batu untuk melempar korban, serta 4 buah pedang yang ditemukan di kantor PT Beta Mandiri Multi Solusien.

“Kami masih melakukan pengembangan karena tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain dalam kasus ini,” demikian Kapolresta Denpasar. (agw)