Polisi akan Gelar Pra Rekontruksi Kasus Penebasan di Monang-maning

Korban tewas bersimbah darah di tengah jalan. (FOTO : Ist) 

Beritabalionline.com – Polisi meminta keterangan sejumlah saksi terkait kasus penebasan di Jalan Gunung Kalimutu sebelah barat Pasar Monang-maning, Denpasar Barat yang menewaskan anggota salah satu ormas berinisial GB (34).

“Untuk berapa orang yang dimintai keterangan saya tidak mengetahui karena kasusnya ditangani Polresta Denpasar,” kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol Doddy Monza saat dikonfirmasi, Minggu (25/7/2021).

Kapolsek menerangkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, personel gabungan dari Polsek Denpasar Barat dan Polresta Denpasar berjaga di seputaran TKP.

Sementara Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat saat ditemui di Mapolresta Denpasar enggan bicara lebih banyak terkait kronologi awal kejadian.

“Nanti aja ya setelah pra rekontruksi, tapi yang pasti untuk terduga pelaku penebasan sudah kami amankan,” ucapnya.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polresta Denpasar menyatakan jika tewasnya GB (34) di Jalan Gunung Kalimutu sebelah barat Pasar Monang-maning, Denpasar Barat karena perang antar organisasi kemasyarakatan atau ormas.

“Ini bukan antar ormas tapi pribadi masing-masing. Ini urusan antara debitur sama kreditur, masalah tarik menarik motor,” ucapnya.

Kompol Mikael juga membantah jika pelaku penebasan berasal dari Ambon, Maluku seperti informasi yang beredar luas di masyarakat.

“Pelaku utamanya sudah kami tangkap, dia bukan dari Ambon tapi dari Bali, Wayan S namanya. Dia yang pegang parang, dia yang nebas kepala korban, dia yang nebas tangannya,” jelasnya.

Dikatakan, saat ini ada beberapa orang saksi tengah dimintai keterangan pascakejadian yang membuat heboh masyarakat tersebut. (agw)

BACA JUGA:  Ungkap Narkoba dalam Jumlah Besar, Personel Satresnarkoba Polresta Denpasar Terima Penghargaan