Ketua DPRD Karangasem Apresiasi Proyek Penataan Pura Besakih

Gubernur Wayan Koster didampingi Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika dan Wabup Artha Dipa ikuti ritual Ngeruak. (foto: ist)

Beritabalionline.com –  Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika menyambut gembira dan mengacungkan jempol tinggi-tinggi atas dilakukannya penataan kawasan suci Pura Besakih di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.
Sesuai rencana, proyek penataan kawasan suci pura yang bertengger di bagian lereng selatan Gunung Agung itu akan mulai dilaksanakan pada Agustus 2021 mendatang.

Berkenaan dengan itu, Gubernur Bali I Wayan Koster didampingi Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Jumat (23/7/2021) menyelenggarakan upacara ritual Ngeruak, Ngisirang Pelinggih lan Mendem Pedagingan, menandai akan dimulainya proyek penataan kawasan suci Pura Besakih tersebut.

Di sela-sela rangkaian upacara, Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika mengatakan sangat menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan proyek penataan kawasan suci Pura Besakih yang digagas dan diusulkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

“Dari lembaga dewan kami sangat mengapresiasi dan mendukung penataan kawasan suci tersebut. Yang terpenting, bagaimana kesucian Pura Besakih tetap terjaga dengan baik, dan dengan penataan ini diharapkan ke depannya tidak ada lagi kemacetan dan kesulitan parkir kendaraan yang dialami pemedek saat piodalan, terlebih ketika karya besar seperti Ida Betara Turun Kabeh dan lain-lain,” katanya.

Ketua Dewan Suastika mengungkapkan, penataan kawasan Suci Besakih dilakukan sesuai dengan program yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali yaitu Nangun Sat Kertih Loka (NSKL) Bali, yang antara lain diperuntukkan bagi upaya menjaga kesucian Bali beserta isinya, termasuk penataan kawasan suci.

Pura Besakih selain merupakan kawasan suci yang sangat disakralkan, juga sebagai pusat kegiatan keagamaan bagi umat Hindu di Bali. Karenanya, sesuai dengan visi pembangunan Pemprov Bali yakni NSKL Bali, dibutuhkan adanya penataan kawasan demi kenyamanan umat ketika melaksanakan persembahyangan dan ritual lainnya, ujar Suastika, menandaskan.

BACA JUGA:  Humas Polresta Denpasar Sebut Sebelum Terbakar, Pengendara Motor Bawa 3 Jerigen Bahan Bakar

Penataan kawasan suci Pura Besakih ini menurut politisi asal Duda Timur, Kecamatan Selat itu, juga untuk menyambut tatanan normal baru, di mana saat ini di Pulau Dewata, khususnya Kabupaten Karangasem, masih menunggu dibukanya kembali pariwisata Bali.
“Pariwisata merupakan sektor utama yang harus dibangkitkan kembali setelah terpuruk akibat ganasnya Virus Corona alias pandemi Covid-19. Dan tentunya, melalui penataan kawasan suci Pura Besakih ini juga diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisata ke Bali, khususnya ke Kabupaten Karangasem,” ujarnya, mengharapkan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) akan memulai konstruksi fisik penataan kawasan suci Pura Besakih pada Agustus 2021 mendatang. Proyek yang didanai dari APBN dan APBD Provinsi Bali senilai 514,2 miliar itu, direncanakan rampung pada Maret 2022 mendatang, dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Bali.
Ketua DPRD Karangasem menjelaskan, di samping tujuan utama untuk memberikan kenyamanan bagi pemedek saat melakukan kegiatan keagamaan, proyek penataan kawasan suci yang terletak di daerah ketinggian berhawa sejuk itu juga dilakukan guna meningkatkan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Pura Besakih.

Penataan tersebut nantinya meliputi pembangunan gedung parkir mobil termasuk yang berukuran besar seperti bus, serta penataan kawasan berikut pembangunan kios-kios di areal bencingah guna meningkatkan perekonomian masyarakat, ucapnya.
Konstruksi gedung parkir nantinya dibangun bertingkat ke bawah yang terdiri atas empat lantai dengan luas total 55.201 m2 yang diperkirakan mampu menampung 1.369 unit mobil pribadi, 61 unit bus sedang dan lima unit bus berukuran besar.

Wayan Suastika menyebutkan, melalui penataan kawasan tersebut dipastikan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pura Besakih hingga pada gilirannya berimbas bagi peningkatan PAD Kabupaten Karangasem.(tim)