Terungkap, Pelaku yang Produksi Ekstasi Rumahan Gunakan Obat Penggemuk Badan dan Mantan Residivis

Pelaku beserta barang bukti saat diamankan di Mapolresta Denpasar. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Satresnarkoba Polresta Denpasar menyita 286 butir serta sabu seberat 106,92 gram saat mengungkap industri rumahan (home industry) yang memproduksi pil ekstasi di sebuah rumah kontrakan Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan.

“Pelakunya bernama Samto (49). Dia mengaku telah memproduksi pil ekstasi sejak 4 bulan lalu,” ucap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Kamis (22/7/2021) di Mapolresta Denpasar.

Dari TKP, polisi menemukan obat penggemuk badan, obat tenggorokan dan obat jenis lainnya yang digunakan pelaku memproduksi ekstasi.

Polisi juga menemukan palu, cetakan kayu, besi landasan pencetak logo ekstasi, alat pemanas, mangkuk dan alat tumbuk untuk mencampur bahan baku ekstasi serta 3 buah timbangan elektrik.

“Yang bersangkutan merupakan residivis dalam kasus narkoba dan bebas bulan Desember 2020 silam,” jelasnya.

Pengungkapan kasus bermula saat petugas memperoleh informasi akan ada transaksi narkoba jenis ekstasi di Perumahan Kerta Petasikan, Denpasar Selatan, Rabu (14/7/2021) sekitar pukul 16.00 Wita.

Petugas kemudian melakukan pengintaian dan melihat pelaku mengendarai sepeda motor dengan melawan arus menuju sebuah halte bus di Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar Selatan.

Pelaku rupanya mengetahui ada petugas. Ia lalu berusaha kabur dan berupaya menghilangkan barang bukti dengan membuang botol kecil yang dibalut plaster hitam.

Aksi kejar-kejaran terjadi dan pelaku akhirnya dibekuk sekitar 300 meter dari halte bus. Dari dalam botol yang dibuang pelaku, petugas menemukan 5 butir ekstasi warna merah muda.

Ia lalu digelandang ke rumah kontrakannya untuk dilakukan pengembangan. Di sana petugas kepolisian kembali menemukan 281 butir ekstasi dan sabu seberat 106,92 gram.

Tak hanya itu, dari dalam rumah petugas kepolisian juga menemukan barang-barang yang digunakan untuk memproduksi ekstasi.

BACA JUGA:  Berkas Kasus Suap Pejabat DLHK Denpasar Dilimpahkan ke Kejari

Dalam kasus ini, pelaku dijerat Pasal 112 ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika serta Pasal 113 ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun. (agw)