Perpanjangan PPKM Darurat Dinilai Pilihan Tepat Kendalikan Covid-19

Kepala Sub Koordinator Humas RSUP Sanglah, Denpasar, Dewa Ketut Kresna. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Pemerintah pusat memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang sebelumnya berlangsung sejak 3-20 Juli 2021, diperpanjang hingga 25 Juli 2021 mendatang.

Menyikapi perpanjangan penerapan PPKM Darurat tersebut, Kepala Sub Koordinator Humas RSUP Sanglah, Denpasar, Dewa Ketut Kresna mengatakan, perpanjangan PPKM Darurat yang dilakukan pemerintah pusat merupakan pilihan yang tepat dalam upaya pengendalian kasus Covid-19 yang saat ini masih cukup tinggi.

“Untuk pengendalian Covid-19, perpanjangan ini merupakan pilihan yang tepat. Pemerintah tentu tidak gegabah dan sudah mempertimbangkannya secara matang,” ucap Dewa Kresna ketika dihubungi beritabalionline.com, di Denpasar, Rabu (21/7/2021).

Diakuinya, selama pelaksanaan PPKM Darurat memang jumlah pasien terpapar Covid-19 yang dirawat di RSUP Sanglah mengalami trend meningkat. “Terhitung sejak bulan Juni 2021 hingga sekarang jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUP Sanglah terus meningkat, namun bisa jadi jika tidak dilaksanakan PPKM Darurat jumlah pasien Covid yang dirawat bisa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Dijelaskan, terjadi peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit untuk pasien Covid-19 di RSUP Sanglah. “Sejak bulan Juni lalu dan dilaksanakan PPKM Darurat, pasien Covid yang dirawat di RSUP Sanglah trennya meningkat. Walau demikian, RSUP Sanglah sampai saat ini masih bisa menanganinya,” kata Dewa Kresna.

Menyinggung BOR untuk pasien Covid-19 di RSUP Sanglah saat ini, Dewa Kresna mengatakan ada sebanyak 223 tempat tidur, dengan rincian 100 tempat tidur yang non-ICU yang ditempati 71 pasien (71 persen), dan 123 tempat tidur ICU yang saat ini ditempati 106 pasien (86,2 persen).

Selanjutnya dia berharap, dengan adanya perpanjangan PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021 mendatang, bisa lebih menurunkan jumlah kasus Covid-19 di Bali.

BACA JUGA:  Aset Rampasan Negara di Nusa Penida Dilirik Bupati Suwirta

“Mudah-mudahan dengan perpanjangan PPKM Darurat ini akan lebih menurunkan jumlah kasus terkonfirmasi,” harapnya.

Dewa Kresna menambahkan, perpanjangan PPKM Darurat yang dilakukan oleh pemerintah ini harus disertai dengan peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M, supaya kasus Covid-19 dan BOR bisa terus turun hingga 30 persen seperti sebelum libur Lebaran.

“Perpanjangan PPKM Darurat harus dibarengi dengan disiplin 5M kita, semua warga masyarakat lebih ditingkatkan lagi,” tutupnya.

Masih Tercukupi

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Bali sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengakui adanya peningkatan kasus Covid-19 di Bali membuat tekanan kepada rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

Kendati demikian, untuk Bed Occupancy Rate (BOR) di seluruh rumah sakit di Bali dan juga kelangkaan tabung gas atau o2 yang dikhawatirkan masih tercukupi di Bali.

“Beberapa hari terakhir karena kasus hariannya meningkat, maka tekanannya kepada rumah Sakit meningkat. Karena itu, Dinas Kesehatan sudah membuat edaran kepada para direktur rumah sakit untuk menambah lagi ICU dan ruang isolasi,” kata Dewa Indra, di Denpasar, baru-baru ini.

Ia menerangkan, untuk penambahan BOR maka pihaknya meminta ICU dan ruang isolasi yang kini difungsikan untuk perawatan pasien umum kembali menjadi ICU dan ruang isolasi karena Covid-19 kembali meningkat.

“Karena kasus Covid-19 naik, maka itu diminta untuk dirubah kembali menjadi ruang ICU dan ruas isolasi untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

“Termasuk Rumah Sakit Bali Mandara yang dimiliki Provinsi Bali, sudah mengaktifkan kembali yang dulu ketika situasi Covid-19 turun dipakai ruang perawatan umum. Sekarang, diaktifkan kembali untuk pasien Covid-19. Rumah Sakit lain juga melakukan hal yang sama,” jelasnya.

BACA JUGA:  Mayat Anak Laki-laki Mengambang di Sungai Gegerkan Warga Baha

Sementara, persediaan tabung oksigen untuk pasien terpapar virus Covid-19 di Bali, masih mencukupi dan pihaknya sudah membahas hal tersebut. (sdn)