Pencuri Motor Mantan Pacar Dibekuk Polisi

Kapolres Gianyar, AKBP I Made Bayu Sutha Sartana didampingi Kasubbag Humas Polres Gianyar, AKP I Nyoman Hendrajaya dan Kapolsek Sukawati, AKP I Made Ariawan saat rilis kasus di Mapolres Gianyar. (foto: ist)

Beritabalionline.com – Aksi nekat yang dilakukan I Gede Mindra (32) alias Mandrak, asal Banjar Kedaton, Kelurahan Kesiman Petilan, Denpasar Timur mencuri sepeda motor milik Ni Luh Wiarti yang notabene merupakan orang tua mantan pacarnya, kini harus mendekam di jeruji besi.

Informasi yang didapatkan, kasus pencurian motor terjadi pada hari Sabtu (22/5) di rumah korban Banjar Candra Asri, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. Mandrak yang putus pacaran setelah 8 tahun menjalin hubungan dengan anak korban dengan leluasa beraksi karena mengetahui situasi rumah korban. Tersangka beraksi bersama temannya I Wayan Agus Saputra (27) asal Desa Batu Kandik, Nusa Penida, yang saat ini ditahan di Polres Klungkung karena terlibat kasus pencurian emas.

“Karena sudah mengetahui rumah korban, tersangka leluasa mencuri motor, STNK dan BPKB dan menjualnya ke sebuah showroom di Tabanan, sebesar Rp 12 Juta,” ungkap Kapolres Gianyar AKBP I Made Bayu Sutha Sartana didampingi Kapolsek Sukawati AKP Made Ariawan P, Rabu (21/7/2021).

Hasil penjualan kemudian dibagi dua, tersangka Mandrak mendapat Rp 8 Juta dan temannya dikasih Rp 4 juta. Unit Reskrim yang menyelidiki kasus pencurian tersebut, akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku dan menangkapnya di tempat kost pacarnya di Jalan Drupadi, Denpasar, pada Kamis (15/7).

“Uang penjualan motor curian, habis digunakan untuk berjudi dan kebutuhan sehari-hari oleh tersangka,” ujar AKBP Bayu Sutha.
Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.
Sementara itu, Polsek Sukawati juga berhasil mengamankan seorang pengangguran I Made AES (39) asal Desa/Kecamatan Sukawati. Pria ini terbukti bersalah telah menguras belasan juta uang pada ATM korban pada Sabtu (17/7) sekitar pukul 20.00 Wita.

BACA JUGA:  Dikirim Melalui Travel, Bandar Narkoba Sembunyikan Ratusan Butir Ekstasi ke Dalam Parcel

pelaku I Made AES mulanya tanpa sengaja menemukan kartu ATM masih nyantol pada mesin ATM yang ada di Jalan Raya Sukawati. “Korban awalnya melakukan transaksi setor tunai lewat mesin ATM. Namun usai transaksi, korban lupa ambil kartu ATM nya. Nah, beberapa menit kemudian datang pelaku untuk melakukan transaksi,” jelas Kapolsek Ariawan.

Pelaku Made AES yang melihat kartu ATM masih nyantol dan berkesempatan mengakses transaksi tersebut memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
“Pelaku menarik sejumlah uang menggunakan kartu ATM korban,” jelasnya. Tidak cukup sekali, pelaku yang diduga mengetahui atau sempat mengubah PIN ATM korban, melakukan penarikan di mesin ATM lain bahkan sampai 7 kali sampai saldonya habis.

Polsek Sukawati yang mendapatkan laporan segera melakukan penyelidikan di seputaran TKP. Berdasarkan hasil rekaman CCTV, perlahan terungkap ciri-ciri pelaku yang tampak mengenakan baju kaos warna hitam bertuliskan Menyame Tugelan Herbal Nyess.

Pelaku ditangkap saat sedang memperbaiki bet tenis meja di kawasan Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. Saat diintrogasi, pelaku mengakui perbuatannya menguras uang dalam mesin ATM sejumlah Rp 17,5 juta yang didapatkan dari 7 kali penarikan. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (yes)