Wow..! Hari Ini, Sebaran Penambahan Kasus Covid-19 di Bali Tembus Angka di Atas 1.000

Data perkembangan Covid-19 di Provinsi Bali per Sabtu (17/7/2021).

Beritabalionline.com –  Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Namun, jumlah kasus positif Covid-19 di Bali bukannya menurun, malah sebaliknya angka kasus positif dalam sepekan terakhir ini  justru menunjukkan peningkatan yang masif.

Bahkan berdasarkan data perkembangan Covid-19 di Bali yang dilansir Satgas Penanganan Covid-19 pada Sabtu (17/7/2021) menunjukkan adanya penambahan kasus positif sebanyak 1.019 orang, terdiri dari 854 orang terpapar melalui transmisi lokal, 164 PPDN dan 1 PPLN.

Sementara kasus sembuh bertambah sebanyak 529 orang dan 23 pasien dinyatakan meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus secara kumulatif  yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali sampai  hari ini, Sabtu (17/7/2021) sebanyak 60.235 orang, pasien sembuh 51.834 orang (86,05%), dan pasien meninggal dunia 1.749 orang (2,90%).
Berikut pada hari yang sama, kasus aktif menjadi 6.652 orang (11,04%).

Untuk mempercepat penanganan pandemi, Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan berbagai upaya seperti vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia. Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 2.894.721 orang dan vaksin 2 sebanyak 776.987 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.851.290 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 376.060 dosis.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, yang berlaku pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Uye), tanggal 3 Juli 2021 sampai dengan Selasa (Anggara Paing, Bala) 20 Juli 2021.

BACA JUGA:  Komisi IV Cek Kesiapan BRSU Tabanan Tangani Pasien Corona

Dengan berlakunya edaran ini, Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 08 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Hal lain yang diatur dalam SE Gubernur Bali itu antara lain, a. pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, dan tempat pendidikan/pelatihan) dilakukan secara daring/online; b. pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen Work From Home (WFH); c. pelaksanaan kegiatan pada sektor :

I. Esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50 persen maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

II. Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25 persen maksimal staf WFO dengan protokol kesehatan secara ketat.

III. Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 50 lima puluh persen.

IV. Untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam serta kegiatan pada pusat perbelanjaan mall, pusat perdagangan ditutup sementara.

V. Pelaksanaan kegiatan makan dan minum di tempat umum, baik di warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, dan lapak jalanan, dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 20.00 Wita.

VI. Resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM Darurat

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M, yaitu memakai masker standar dengan benar, menjaga Jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan Imun, dan mentaati aturan. (tra)