Kejaksaan Lelang Barang Sitaan Milik Mantan Kepala BPN Denpasar

Asisten Itelijen (Asintel) Kejati Bali Zuhandi. (FOTO : Sar/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Setelah hampi satu tahun tanpa kepastian, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali akhirnya menegaskan akan melelang barang sitaan milik mantan Kepala BPN Denpasar, Tri Nugraha (alm) yang diduga hasil dari tidak pidana gratifikasi dan tindak pindana pencucian uang (TPPU).

Ketegasan ini disampaikan oleh Asisten Itelijen (Asintel) Kejati Bali Zuhandi kepada wartawan di sela-sela acara vaksinasi massal di Kantor Kejati Bali, Kamis (8/7/2021). Dikatakannya, kepastian akan melelang aset milik Tri Nugraha itu adalah atas petunjuk dari Kejaksaan Angung RI.

“Atas petunjuk dari Kejaksaan Agung agar barang sitaan milik Tri Nugara agar segara dilelang,” kata Zuhandi. Dikatakan pula, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) untuk menentukan nilai tafsir dari barang-barang yang akan dilelang.

“Jadi untuk harga atau nilai tafsiran barang-barang yang akan dilelang kami serahkan sepenuhnya kenapda KPKNL, dan saat ini sedang dilakukan penghitungan,” ujarnya menambahkan.

Sementara ditanya dasar hukum atas dilakukannya lelang tersebut, Zuhandi menjawab bahwa semua barang sitaan milik Tri Nugraha dianggap sebagai barang temuan dari hasil tindak pidana. “Dasar dilakukan lelang karena barang-barang itu dianggap sebagai barang temuan,” ungkapnya.

Diiketahui, tim penyidik Kejati Bali sebelumnya telah menyita barang bukti milik Tri Nugrana di antaranya 12 kendaraan yang terdiri atas 8 kendaraan roda empat dan 4 kendaraan roda dua. Selain itu melalui penetapan pengadilan, kejaksaan juga menyita 12 bidang tanah milik Tri Nugraha.

Sedangkan terkait hasil pemeriksaan terhadap tim penyidik imbas dari peristiwa tewasnya Tri Nugraha dengan cara bunuh diri di toilet kantor kejaksaan pada 31 Aguatus 2020 lalu, Zuhadi mengatakan sudah direspons oleh pimpinan kejaksaan.

BACA JUGA:  Polisi Temukan Uang Rp227 Juta saat Ringkus Bandar Narkoba

“Hasil pemeriksaan internal sudah keluar dan sudah dijalani. Hasilnya pemeriksaannya adalah adanya ketidakpuasan pimpinan terhadap beberapa penyedik sehingga berepa penyidik ini dikenakan sanksi beripa teguran dan sanksi itu sudah dijalani,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tri Nugraha yang sempat menjabat sebagai Kepala BPN Denpasar dan Kepala BPN Badung, Bali, ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi dan dugaan tindak pidana pencucian uang.

Pada (31/8/2020) sekitar 19.40 Wita, saat tersangka Tri Nugraha akan diproses penahanan dari Kejati Bali menuju Lapas Kerobokan, Tri Nugraha melakukan bunuh diri dalam toilet Kantor Kejati Bali. Menurut keterangan Wakajati Bali, Asep Maryono bahwa saat itu diduga Tri Nugraha menembakkan senjata api ke arah dada kirinya. (sar)