Kasus Covid-19 Terus Melonjak, BOR di RS Denpasar Capai 80 Persen

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Melonjaknya kasus Covid-19  di  Kota Denpasar membuat Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit rujukan dan rumah sakit lainnya di daerah ini terisi 80 persen pasien Covid-19 bergejala sedang dan berat.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai menyebutkan, ada sebanyak 16 rumah sakit yang melayani pasien Covid-19 bergejala sedang dan berat.

“Rata-rata 75 sampai 80 persen (BOR) seluruh rumah sakit dan terus terisi karena kasus harian terus meningkat,” ungkap Dewa Rai yang dikonfirmasi wartawan, di Denpasar, Kamis (8/7/2021).

Ia menerangkan, untuk di Denpasar ada 16 rumah sakit di antaranya 3 rumah sakit rujukan yaitu RSUP Sanglah, Rumah Sakit Wangaya dan Rumah Sakit Bali Mandara. Sisanya, adalah rumah sakit swasta yang menyediakan BOR untuk pasien Covid-19 bergejala sedang dan berat.

Sementara, untuk tempat karantina atau ruang isolasi yang disiapkan Pemkot Denpasar ada satu hotel ditambah dua tempat karantina yang disiapkan Pemprov Bali, dan itu bagi pasien Covid-19 bergejala ringan atau tidak bergejala.

Kemudian, untuk antisipasi jangka pendek jika menghadapi lonjakan kasus. Pihaknya, yaitu nantinya merubah ruangan non Covid-19 menjadi ruang isolasi pasien Covid-19 di setiap rumah sakit. Karena, untuk saat ini BOR untuk pasien Covid-19 masih bisa diatasi.

“Pertama, harapan kita dengan adanya PPKM darurat ini bisa melandaikan kasus biar tidak kolaps sistem kesehatan dan sistem rumah sakit seperti di Pulau Jawa banyak yang sudah kolaps. Kalau terjadi (lonjakan) langkah pertama mengkompersi beberapa ruangan non Covid-19 untuk dijadikan ruang isolasi Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, menambah tempat tidur atau BOR dan yang terpenting adalah memerlukan dukungan dan partisipasi masyarakat.

BACA JUGA:  Renovasi Gedung Mapolda Bali Telan Dana Rp41 Miliar

“Dan, di hulu kita benahi untuk mobilitas dan aktivitas masyarakat agar kasus tidak semakin meningkat. Dengan cara menerapkan protokol dengan ketat sesuai aturan PPKM darurat. Mudah-mudahan nanti ada yang sembuh dan saya harapkan jangan sampai terus melambung yang penting bagaimana di hulu kasus tidak semakin meningkat,” ujarnya.

Ia juga menyatakan, untuk Kota Denpasar masih termasuk zona orangnye. Selain itu, meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Denpasar menurutnya karena imbas dari libur panjang dan cuti bersama beberapa waktu lalu.

“Kalau, kita cermati (kasus Covid-19) meloncat sejak Minggu terakhir. Kita ketahui sebelumnya ada libur panjang dan cuti bersama,” ujarnya.

Selain itu, dari banyak penelusuran atau tracing kasus Covid-19 meningkat di Kota Denpasar, karena banyak masyarakat mempunyai riwayat pelaku perjalanan ke luar Bali. (*/itn)