Tukang Pijat di Kapal Penyeberangan Diduga Jadi Korban KMP Yunicee

Operasi pencarian penumpang KMP Yunicee di seputaran Pelabuhan Gilimanuk. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Usai menemukan satu jenazah penumpang KMP Yunicee di Perariran Cekik, Jembrana, Posko SAR gabungan tenggelamnya KMP Yunicee kembali menerima laporan dari pihak keluarga yang menyatakan kehilangan anggota keluarganya.

“Mereka melaporkan anggota keluarganya yang diduga berada di kapal saat kejadian,” kata Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada, Minggu (4/7/2021) di Denpasar.

Pengaduan tersebut diterima oleh Posko SAR Gabungan, Sabtu (3/7/2021) sekitar pukul 15.38 Wita. Yang dilaporkan atas nama Adi Supantu (43) asal Desa Bulusan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

“Dari keterangan pihak keluarga, kesehariannya ia bekerja sebagai tukang pijat di kapal penyeberangan,” lanjutnya.

Dengan adanya aduan orang hilang tersebut, Basarnas Bali menyatakan total penumpang KMP Yunicee sebanyak 77 orang dengan rincian korban selamat 51 orang, meninggal dunia 8 orang dan masih dalam pencarian 18 orang.

Ditambahkan, memasuki hari keenam area pencarian terbagi dalam 8 wilayah pemetaan. Di mana total keseluruhan area pencarian mencapai 136 Nm2.

“Dalam operasi melibatkan 15 unit alut laut dengan metode paralel search. Operasi SAR telah mengerahkan 39 unsur dengan jumlah personel yang dikerahkan lebih dari 230 orang,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, KMP Yunicee dengan panjang 56,5 meter dan lebar 8,6 meter mengalami kecelakaan saat hendak sandar di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Selasa (29/6/2021) sekitar pukul 19.05 Wita.

Kapal berwarna putih strip merah biru berbendera Indonesia ini awalnya berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. (agw)

BACA JUGA:  Bupati Suwirta tinjau Lokasi Jalan Melingkar Ceningan