Pemakai Ganja di Dunia Capai 275 Juta Orang, Meningkat 42 Persen Selama Pandemi Covid

Foto Ilustrasi ganja. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) atau Kantor PBB urusan obat-obatan dan kejahatan menyebut penggunaan narkotika jenis ganja di beberapa negara di dunia meningkat di tengah pandemi Covid-19.

“Dalam survei profesional kesehatan di 77 negara, 42 persen menyatakan bahwa penggunaan ganja telah meningkat,” kata Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Gde Sugianyar Dwi Putra, Senin (28/6/2021) di Denpasar.

“Laporan lebih lanjut mencatat bahwa dalam 24 tahun terakhir potensi pemakaian ganja telah meningkat sebanyak empat kali di beberapa bagian dunia,” sambungnya.

Peningkatan pemakaian ganja dikatakan lantaran saat ini sekitar 40 persen remaja menganggap ganja tidak berbahaya meskipun ada bukti bahwa penggunaan ganja berpengaruh terhadap berbagai kesehatan dan bahaya lainnya.

Selain ganja, pemakian narkotika jenis lain juga disebut meningkat. Pada tahun 2020 diperkirakan sebanyak 275 juta orang menggunakan narkoba di seluruh dunia.

“Dari jumlah tersebut lebih dari 36 juta orang menderita gangguan penggunaan narkoba,” terang Brigjen Pol. Gde Sugianyar.

Dikatakan pula, perdagangan gelap narkoba dengan cepat kembali beroperasi setelah gangguan awal pada awal pandemi Covid-19.

Pengiriman obat-obatan terlarang yang semakin besar ditunjukkan dengan peningkatan frekuensi jalur darat dan laut yang sebelumnya digunakan untuk perdagangan manusia, juga penggunaan pesawat pribadi yang lebih besar untuk tujuan perdagangan narkoba.

“Serta peningkatan penggunaan metode tanpa kontak untuk pengiriman obat kepada konsumen akhir,” bebernya.

Dengan kondisi tersebut, peringatan Hari Anti Narkotika International (HANI) 2021 yang mengambil tema “Berbagi fakta tentang narkoba. Menyelamatkan nyawa”, adalah untuk menekankan pentingnya memperkuat basis bukti dan meningkatkan kesadaran publik.

“Sehingga komunitas internasional, pemerintah, masyarakat sipil, keluarga, dan pemuda dapat membuat keputusan yang tepat, menargetkan upaya yang lebih baik untuk mencegah dan mengobati penggunaan narkoba, dan mengatasi narkoba dunia tantangan,” tegasnya. (agw)

BACA JUGA:  Gandeng KPK dan BPN, PLN Amankan Aset Negara Lebih Dari Rp2 Triliun