Jumlah Penduduk Indonesia yang Besar Jadi Sasaran Empuk Peredaran Narkoba

Ilustrasi transaksi narkoba. (FOT : ist)

Beritabalionline.com – Indonesia Emas 2045 menjadi impian besar guna menciptakan bangsa Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain dalam menyelesaikan sejumlah permasalahan yang ada.

“Generasi muda kita saat ini diharapkan menjadi generasi menuju Indonesia Emas 2045,” kata Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Gde Sugianyar Dwi Putra, Sabtu (26/6/2021) di Denpasar.

“Tapi kalau mereka sudah terlibat dalam penyalahgunaan narkotika, tentunya ini tidak sejalan untuk mewujudkan hal itu,” lanjutnya terkait peringatan Hari Anti Narkotika Internasional.

Menurutnya, jumlah penduduk Indonesia yang besar menjadi sasaran peredaran narkotika. Tak hanya orang dewasa, para remaja bahkan anak-anak juga menjadi target baik menjadi penyalahguna maupun pengedar narkoba.

Dikatakan, Badan Narkotika Nasional selain melakukan upaya berupa penindakan hukum, juga memberikan edukasi-edukasi guna mencegah penyebaran narkotika termasuk pula di Bali.

Brigjen Pol. Gde Sugianyar lantas menyinggung sejumlah kelompok masyarakat atau LSM yang berupaya untuk melegalkan bahkan menyatakan jika penggunaan narkotika tidak berbahaya.

“Ada statmen-statmen dari sebagian kelompok masyarakat yang menyebut ganja tidak membahayakan, tetapi nyatanya ganja membahayakan kesehatan sehingga di Indonesia masuk golongan 1,” ucapnya.

Mantan Kabid Humas Polda Bali ini mengungkap bahaya penyalahgunaan narkotika bagi masyarakat. Menurutnya, jika seseorang sudah menggunakan dan menjadi pecandu narkoba maka sistem di dalam tubuhnya telah rusak.

“Kalau sudah menjadi pecandu tidak bisa disembuhkan. Tidak bisa disembuhkan dalam arti seperti ini, misal ketika kita demam kondisi tubuh menurun, tapi setelah diobati maka bisa pulih 100 persen. Beda dengan kecanduan narkoba, tidak bisa kembali pulih 100 persen meski sudah diobati,” bebernya. (agw)

BACA JUGA:  Jaya Negara Buka Pameran Ogoh-Ogoh Mini Sekaa Teruna Denpasar