Komisi VIII DPR Minta Oknum Polisi Lakukan Pemerkosaan Dihukum Berat dan Dipecat

Ilustrasi pemerkosaan.

Beritabalionline.com – Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto geram ketika mendengar kabar pemerkosaan remaja berusia 16 tahun di Halmahera Barat, Maluku Utara yang dilakukan oknum polisi.

“Waduh keterlaluan ini,” ujarnya, seperti dikutip Merdeka.com, Rabu (23/3/2021).

Wakil Ketua Umum PAN ini pun tidak berkomentar banyak, ketika tahu bahwa kejadian tersebut justru terjadi di lingkungan Polsek. “Ampun,” singkat dia.

Ketua Komisi yang juga membidangi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ini meminta agar oknum polisi tersebut diberikan hukuman berat. Selain itu, dia juga meminta agar yang bersangkutan dipecat dari kepolisian.

“Harus dihukum berat dan pecat dari polisi,” tegas dia.

Sebab, polisi pada dasarnya merupakan aparat penegak hukum. Dalam kapasitas itu, dia bertugas untuk melindungi dan mengayomi masyarakat.

“(Polisi) tugasnya melindungi dan mengayomi masyarakat, maka harus ada efek jera buat oknum polisi yang melakukan pemerkosaan anak di bawah umur,” tandas dia.

Diberitakan, Seorang oknum polisi di Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut), Briptu II telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap seorang remaja putri berumur 16 tahun.

“Pelaku sudah diproses hukum, sudah ditetapkan tersangka, sudah ditahan sudah dilakukan rekontruksi kemarin,” kata Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Adip Rojikan saat dimintai konfirmasi merdeka.com, Rabu (23/6).

Polisi saat ini sedang fokus untuk tahap pemberkasaan kasus tersebut untuk dilimpahkan menuju proses pengadilan.

Adip menjelaskan korban tengah diberikan perlindungan di bawah LSM Doana. Kasus ini pun ditangani oleh Ditreskrimum unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polda Maluku Utara.

“Saat ini (kondisi korban) baik, dan kemarin juga sudah dimintai pemeriksaan tambahan,” katanya.

Kronologi kejadian ini bermula saat korban pada Minggu (13/6) malam hendak menuju ke Kota Ternate. Namun karena sudah larut malam, korban berencana menginap di Sidangoli.

BACA JUGA:  Pemerintah akan Bagikan 2 Juta Paket Obat Gratis

Lalu, sekitar pukul 01.00 WITA tiba-tiba didatangi polisi dan diamankan untuk dimintai keterangan di Polsek Jailolo Selatan.

Pada saat dilakukan pemeriksaan, diduga polisi tersebut melakukan pemerkosaan kepada korban di sebuah ruangan Polsek Jailolo Selatan. (*/itn)