Simpan 6 Gram Lebih Narkotika Jenis DMT, Bule Australia Dituntut 1,5 Tahun Bui

Foto ilustrasi vonis hakim.

Beritabalionline.com – Warga Negara asing (WNA) asal Australia bernama David John Clarkson (46) yang ditangkap karena memiliki narkotika jenis DMT seberat 6 gram lebih benar-benar menasib mujur. Bagaimana tidak, dengan barang bukti sebanyak itu dia hanya dituntut hukuman 1,5 tahun bui atau penjara.

Ini terungkap dalam sidang yang berlangsung secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (22/6/2021). Jaksa Penuntun Umum (JPU) I Made Dipa Umbara dalam amar tuntutannya yang dibacakan dalam sidang menyatakan terdakwa tabukti bersalah melakukan tidak pidana penyalahgunaan narkotika bagi dirinya sendiri.

“Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana selama 1 tahun dan 6 bulan penjara,” sebut jaksa dalam surat tuntutannya yang dibacakan di muka sidang. Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 ayat (1) UU Narkotika.

Seperti diketahui, terdakwa sebelumnya oleh jaksa dijerat dengan tiga pasal berlapis. Yaitu Pasal 114 ayat (1), Pasal 113 (1), Pasal 111 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

Diberitakan sebelumnya, terdakwa ditangkap petugas BNNP Bali setelah mendapat laporan dari warga terkait adanya dugaan penyalahgunaan narkotika di sebuah vila yang beralamat di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Atas laporkan itu dilakukan penyelidikan dan hingga akhirnya dilakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Dari tangan terdakwa petugas mengamankan barang bukti berupa pasta atau padatan warna hitam yang mengandung zat-zat berupa Hexanedioic acid dioctyl ester, N,N- Dimethyltryptamine (DMT), Phthalic acid di(2-propylpentyl)ester dan kandungan lain (minor) serta cellulose.

Adapun kandungan N,N- Dimethyltryptamine (DMT) yang terkandung dalam barang bukti itu adalah sebesar 0,67 persen persentase berat (semi kuantitatif) tersebut merupakan hasil perhitungan persen area kromatografi gas dan perhitungan bobot gravimetric.

BACA JUGA:  Penetapan Tersangka Oknum Pejabat Disbud Oleh Kejari Denpasar Diapresiasi Aktivis Anti Korupsi

“Jika sampel tersebut homogeny untuk barang bukti total keseluruhannya 990,84 gram netto, maka mengandung DMT Dimethyltrytamine 3-2 (dimethylaminoethyl) indole sebesar 0,67 persen dikali 990,84 gram adalah 6,638628 gram netto,” ujar JPU.

Barang bukti itu ditemukan dalam sebuah paket dengan nama penerima ada terdakwa. Sedangkan untuk pengirimnya tertulis Remitente Walter Cardenas Garcia Calderon 261, Iquitos yang didalamnya berisi satu paket pasta atau padatan yang diduga mengandung sediaan narkotika berupa DMT dan setelah ditimbang beratnya 990,84 gram bruto.

Dari hasil pemeriksaan bahwa barang bukti tersebut didapatkan dari Iquitos-Peru. Berdasarkan identitas pengirim dalam paket tersebut adalah Remitente Walter Cardenas Garcia Calderon 261, Iquitos. Namun, kata dia, terdakwa mengaku tidak mengenal siapa pengirim tersebut.

“Dari penyelidikan pada bulan Agustus atau September 2020 terdakwa memesan barang dari Iquitos-Peru, yaitu ekstrak dari banisteriopsis caapi atau tanaman Ayahuasca. Nah, ekstrak dari tanaman Ayahuasca yang terdakwa pesan adalah dalam bentuk pasta padat, dan sudah disita petugas,” pungkasnya. (sar)