Selama 2020, Terjadi 291 Kasus Gangguan Kelistrikan di Bali Akibat Layang-layang

PLN mengeluarkan imbauan agar masyarakat tak bermain layangan dekat jaringan listrik. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik. Imbauan ini disampaikan lantaran dalam beberapa waktu kedepan di wilayah Bali memasuki musim layangan.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak bermain layangan di dekat jaringan listrik,” kata Manager Komunikasi PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali I Made Arya, Rabu (9/6/2021) di Denpasar.

“Karena selain membahayakan keselamatan diri sendiri, juga menyebabkan gangguan seperti listrik padam sehingga merugikan masyarakat,” lanjutnya saat temu media.

Made Arya mengungkapkan, gangguan kelistrikan akibat layang-layang dari tahun ke tahun meningkat drastis. Pada tahun 2019, terjadi 72 kali gangguan listrik padam.

Sedangkan pada tahun 2020, gangguan kelistrikan akibat layang-layang mencapai 291 kasus.

“Di tahun 2021, sampai tanggal 6 Juni tercatat 17 kali gangguan. Artinya ini persoalan yang serius,” ujarnya.

Kendati demikian, Made Arya mengaku tidak mengetahui secara persis berapa kerugian PLN akibat layang-layang.

Ditambahkan, PLN tidak pernah melarang masyarakat dalam bermain layang-layang. Hanya saja PLN mengimbau agar masyarakat mencari tempat aman saat bermain.

PLN juga mengingatkan apabila ada layangan mengenai kabel atau jaringan listrik, agar masyarakat segera menghubungi petugas PLN.

“Jangan diambil menggunakan kayu, bambu apalagi besi, sangat berbahaya. Kalau ada layangan tersangkut di kabel atau jaringan listrik, segera hubungi kami,” pintanya. (agw)

BACA JUGA:  Kapolda Bali Mutasi Besar-besaran Ratusan Brigadir hingga Perwira