Ayah Jerinx Tegaskan Tetap Dukung Sikap Kritis Anaknya, Setelah Bebas akan “Melukat”

Jerinx dan istrinya Nora Alexandra sembahyang usai bebas dari penjara. (FOTO : istimewa)

Beritabalionline.com – Drummer Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias Jerinx (44) yang terjerat kasus ujaran kebencian, akhirnya resmi bisa menghirup udara bebas usai menjalani pidana penjara di LP Kerobokan, Denpasar.

“Saudara Jerinx menyatakan mohon maaf kepada teman-teman media karena sementara tidak mau berkomentar dulu. Itu atas pertimbangan pribadi yang tadi tidak dijelaskan kepada saya selaku kuasa hukum,” ungkap Gendo Suardana kepada awak media, Selasa (8/6/2021) di Denpasar.

Jerinx keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan sekitar pukul 09.00 Wita dengan dijemput oleh keluarganya serta pihak kuasa hukum.

Dengan menggandeng tangan istrinya Nora Alexandra, Jerinx memilih bungkam ketika dicecar awak media yang sedari pagi menunggu di depan pintu Lapas.

Ayah Jerinx, I Wayan Arjono yang turut menjemput mengatakan, dirinya akan mendukung kekritisan anaknya selama itu dilandasi dengan niat baik untuk kepentingan semua semua.

Anggota Legislatif dari Partai Golongan Karya (Golkar) dan duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gianyar ini mengungkapkan bahwa ia dan background keluarganya adalah pejuang.

“Semua keluarga kami pasti mendukung kalau itu memang baik. Saat ini saya ingin anak saya stirahat lebih dulu usai melukat (ritual membersikan diri secara niskala) ,” tuturnya.

Sementara Kalapas Kelas II A Kerobokan Fikri Jaya Soebing mengungkapkan bahwa tidak ada perlakukan khusus kepada Jerinx. Selama menjadi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jerinx mengikuti program pembinaan dengan baik.

“Perlakukan berbeda tidak ada pada Jerinx. Dia bebas murni tidak ada remisi tidak ada asimilasi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Jerinx dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP pada sidang putusan 19 November 2020.

BACA JUGA:  Wagub Bali Dukung Lomba Layang-layang Virtual

Jerinx lalu divonis penjara selama 1 tahun 2 bulan dan denda Rp10 juta oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar.

Jerinx kemudian melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Denpasar dan hukumannya dikurangi menjadi 10 bulan dan denda Rp10 juta. (agw)