BMKG Tegaskan Belum Ada Teknologi Mampu Prediksi Gempa Secara Akurat

BMKG lansir kejadian gempa bumi di Indonesia dari Januari hingga Mei 2021. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempa bumi memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan magnitudo.

“Namun sampai saat ini, belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya,” terang Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat BMKG dalam siaran pers tertulis, Senin (7/6/2021).

Sehingga, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi.

Siaran pers ini merupakan tanggapan terhadap pemberitaan di beberapa media online bahwa gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo (M) 8,7 yang diikuti tsunami setinggi 29 meter berpotensi di sepanjang pesisir Pantai Selatan Jawa Timur.

BMKG menjelaskan, berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk “Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur”, zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7.

“Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi yang pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu. Untuk itu kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan kultural dengan membangun bangunan aman gempa dan tsunami,” bunyi siaran pers.

Pemerintah Daerah dengan dukungan Pemerintah Pusat dan pihak swasta menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi yang layak dan memadai.

Demikian juga BPBD memastikan sistem peringatan dini di daerah rawan beroperasi/ terpelihara dengan layak dan terjaga selama 24 jam tiap hari untuk meneruskan Peringatan Dini dari BMKG.

Pemerintah Daerah dengan pusat melakukan penataan tata ruang pantai rawan agar aman dari bahaya tsunami dengan menjaga kelestarian ekosistem pantai sebagai zona sempadan untuk pertahanan terhadap gelombang tsunami dan abrasi.

BACA JUGA:  Ternate Diguncang Gempa Magnitudo 6,1, Tak Berpotensi Tsunami

“Pemerintah Daerah dengan pihak terkait perlu membangun kapasitas masyarakat/edukasi masyarakat untuk melakukan response penyelamatan diri secara tepat saat terjadi gempa bumi dan tsunami,” terang Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat BMKG.

BMKG lantas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (agw)