Aturan Baru, Polisi Bisa Cabut SIM Pengendara

Ilustrasi Surat Izin Mengemudi atau SIM. (FOTO : Istimewa)

Beritabalionline.com – Kepolisian kini terus membenahi aturan bagi para pengendara. Setelah ramai soal penggolongan SIM C, kini aturan pencabutan SIM juga diterapkan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Kepolisian atau Perpol 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM. Nantinya para pelanggaran memiliki poin berbeda.

Keputusan tersebut diatur Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tiap pelanggaran bakal diakumulasi dan terbagi atas dua penalti.

Di dalam pasal 34 dan 35 dijelaskan bahwa polisi akan memberi tanda poin pada SIM pelanggar yang terdiri dari tiga jenis, yakni 1 poin, 3 poin, dan 5 poin.

Pemberian masing-masing poin tergantung jenis pelanggaran sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Selain itu, pada pasal 36 juga terdapat poin yang diberikan pada kasus kecelakaan lalu lintas. Poin yang bisa diberikan karena tindakan ini adalah 5 poin, 10 poin, dan 12 poin.

Adapun poin maksimal bagi pemilik SIM adalah 12 poin dan 18 poin. Ini seperti diatur pasal 38 dan 39 dalam Perpol baru tersebut. Jika sudah menembus batas maka SIM bisa ditahan sementara hingga dicabut.

Ketika sudah dicabut, maka pemilik SIM tak bisa lagi menggunakan SIM lama miliknya. Ia pun harus mengajukan proses pembuatan SIM baru jika ingin kembali berkendara di jalan raya. (*/itn)

BACA JUGA:  Kemenkes Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tahap 3 Mulai Juni 2021 dengan Menyasar Masyarakat Rentan