Tangkap Dua WNA Pelaku Skimming, Polisi Temukan 195 Buah Kartu Magnetic

Dua WNA asal Turki pelaku skimming. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Polisi menemukan satu set kamera tersembunyi beserta satu set wifi router saat menangkap dua pria warga negara asing (WNA) asal Turki berinisial EK dan AEM, pelaku pencurian data nasabah bank atau skimming.

“Dari pelaku ditemukan juga 195 buah kartu magnetic stripe, 1 buah Laptop dan 1 set alat pembaca kartu magnetic stripe,” ucap Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Bali AKBP AKBP I Gusti Ayu Putu Suinaci, Kamis (3/6/2021) di Mapolda Bali.

Barang-barang tersebut ditemukan tim Subdit V Siber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali dari sebuah rumah di wilayah Canggu, Kuta Utara, Badung.

Kasubdit menerangkan, pengungkapan kasus bermula dari laporan salah satu bank di Denpasar terkait adanya peralatan mencurigakan yang terpasang pada mesin ATM bank.

Peralatan tersebut berupa kamera tersembunyi yang berfungsi untuk merekam nomor PIN nasabah dan wifi router yang berfungsi yang menyalin data nasabah.

Subdit V dengan di backup Satgas Jagra Dewata kemudian melakukan pengawasan di sekitar ATM di seputaran Denpasar, Senin (31/5/2021) sekitar pukul 01.30 Wita.

Di sana petugas melihat dua WNA tersebut datang mengendarai sepeda motor. Salah satu pelaku yakni EK masuk ke dalam mesin ATM untuk mengambil kamera tersembunyi yang telah terpasang, sedangkan AEM berjaga di luar mesin ATM.

Saat pelaku hendak pergi usai menjalankan aksinya, petugas kemudian datang guna melakukan penangkapan. Melihat kedatangan petugas, keduanya melakukan perlawanan dan berupaya untuk kabur.

“Kedua pelaku sempat melakukan perlawanan dan mencoba kabur namun akhirnya berhasil diamankan,” tutur AKBP Suinaci.

Dari pelaku EK, petugas yang melakukan penggeledahan menemukan sebuah obeng dan tas hitam di dalamnya berisi kamera tersembunyi yang sebelumnya diambil dari mesin ATM.

BACA JUGA:  Diborgol dan Diseret, Cewek BO Alami Sejumlah Luka setelah Dianiaya Pelanggannya

Sedangkan pada pelaku AEM ditemukan sebuah tas gendong yang di dalamnya terdapat cover PIN.

Dalam kasus ini, kedua pelaku dijerat Pasal 30 jo Pasal 46 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Atau Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 8 tahun serta denda Rp 800 juta.

“Agar tidak menjadi korban, masyarakat supaya lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan dan selalu memastikan keamanan dari nomor PIN yang dimilikinya,” pesan AKBP Suinaci. (agw)