Sebelum Terseret Arus, Korban Sempat Diingatkan Pemangku untuk Tidak Turun ke Sungai

Salah satu korban yang terseret arus sebelum dievakuasi ke rumah sakit. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Nasib naas dialami Ida Ayu Rupini (50) dan anaknya bernama Ida Ayu Indah Wedaswari (23). Keduanya meninggal usai terseret arus muara sungai Pura Campuan Segara, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur.

“Jenazah keduanya saat ini masih berada di Rumah Sakit Dharma Yadnya,” terang Kanitreskrim Polsek Denpasar Timur Iptu Wibowo Sidi saat dikonfirmasi, Rabu (26/5/2021).

Kanitreskrim mengatakan, sebelum peristiwa terjadi, Ida Ayu Rupini telah disuruh oleh pemangku bahwa sehabis sembahyang agar langsung ke Pura Beji.

Saat itu pemangku setempat juga melarang korban turun ke Sungai Campuan karena arus air sungai sangat besar.

Bukannya mendengar nasehat, perempuan paruh baya yang diketahui sebagai pensiunan guru ini memaksa untuk mengaturkan canang bersama anaknya.

“Baru beberapa menit di sungai tiba-tiba kedua korban yang saat itu berdekatan terseret air,” tuturnya.

Saksi mata Kadek Dana (47) mengatakan, saat sedang memancing ikan ia melihat kedua korban sedang melaksanakan prosesi melukat di muara sungai (air payau).

Sementara suami korban tidak ikut melukat dan menunggui di atas sungai. Tiba-tiba keduanya hanyut terseret arus sungai dan mengarah ke pantai.

Saksi bersama suami korban berusaha membantu namun suami korban sempat terbawa arus sungai. Suami korban selamat setelah memegang batu yang ada di dinding sungai.

Sementara saksi yang tidak bisa membantu kemudian meminta bantuan ke warga yang berada sekitar pantai. Kurang lebih 20 menit, kedua korban terombang-ambing di pantai.

Warga yang datang akhirnya dapat mengevakuasi kedua korban ke bibir pantai. Saat itu denyut nadi kedua korban masih terasa meski lemah.

BACA JUGA:  Prioritaskan Tenaga Medis, Polri dan TNI akan Divaksinasi Bulan April

Neski sempat diberi pertolongan, nyawa kedua korban yang tinggal di Jalan Turi nomor 86, Banjar Ujung, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur ini tak terselamatkan. (agw)