Polisi Bekuk Oknum Mahasiswa Pembobol Kartu ATM, Korban Kehilangan Uang Puluhan Juta

Pelaku pembobol kartu ATM saat diamankan polisi. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Nasib malang dialami pria paruh baya bernama Slamet Kasirun (67). Ia harus kehilangan uang puluhan juta rupiah setelah kartu ATM milikya dibobol seorang pemuda bernama Sumintra (22).

“Korban menderita kerugian Rp24,3 juta akibat perbuatan pelaku,” terang Kapolsek Kuta Kompol I Nyoman Gatra, Selasa (25/5/2021) di Kuta, Badung.

Sebelumnya korban membuat laporan ke Polsek Kuta karena kehilangan kartu ATM Mandiri miliknya, Rabu (5/5/2021) sekitar pukul 10.00 Wita. Setelah membuat laporan ia pergi ke bank untuk membuat kartu ATM.

Dua pekan kemudian atau, Senin (21/5/2021), korban dihubungi oleh pihak bank untuk mengambil hasil print out yang ia minta.

“Dari hasil print out diketahui ada 4 kali transaksi yang tidak korban lakukan dengan jumlah total Rp24,3 juta. Padahal saat itu ATM miliknya hilang,” jelas Kapolsek.

Oleh korban, kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Kuta. Polisi lalu mendatangi bank untuk berkoordinasi serta guna mengetahui pelaku yang memakai kartu ATM korban.

Saat wajah pelaku yang tertangkap CCTV di mesin ATM ditunjukkan, korban mengaku kenal namun tidak mengetahui keberadaan pelaku.

Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kuta dengan dipimpin Iptu Made Putra Yudistira kemudian melakukan penyisiran ke tempat-tempat yang dicurigai kerap didatangi pelaku.

Upaya petugas membuahkan hasil, pelaku yang disebut masih berstatus mahasiswa ini ditangkap di sebuah lahan kosong daerah Pudak Sari, Kuta, Badung, Senin (24/5/2021).

Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Made Putra Yudistira menerangkan, pelaku mengaku memperoleh kartu ATM milik korban dengan cara mengambil dari saku celana saat ia dibonceng korban.

Pelaku juga mengaku mengetahui nomor PIN karena pernah diajak korban mengambil uang di ATM.

BACA JUGA:  WN Australia Terancam Dideportasi Usai Bebas dari Penjara

Oleh pelaku, uang yang diambil dari ATM digunakan membeli sepeda motor bekas seharga Rp4,5 juta, membeli kalung emas seharga Rp1,2 juta, membeli dua buah handphone seharga Rp1,9 juta, bayar sewa kamar serta keperluan lain.

“Pelaku dan korban saling kenal dan pelaku kerap bermain ke rumah korban. Bahkan pelaku ini sudah dianggap keponakan oleh korban,” unkap Kanitreskrim. (agw)