Pelaku yang Hina Hindu Masih Ada Hubungan Keluarga dengan Pemilik Akun FB yang Diretas, Ini Motifnya

Pelaku tundukkan kepala saat diamankan di Mapolda Bali. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Polisi dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali menangkap pria berinisial FR (23) karena meretas akun Facebook milik orang lain dan digunakan untuk menghina agama Hindu.

“Bapak Kapolda Bali memberi atensi khusus kasus ini dan memerintahkan tim siber untuk melakukan penyelidikan. Tim langsung bergerak baik secara konvensional maupun melalui dunia maya,” terang Kasubdit V Siber Crime Ditreskrimsus Polda Bali AKBP I Gusti Ayu Putu Suinaci, Senin (24/5/2021) di Mapolda Bali.

Kepada polisi, pelaku yang ditangkap di daerah Pekutatan, Jembrana, Kamis (6/4/2021) ini mengaku sengaja meretas akun Facebook Abdillah Pulukan Bali. Ini dilakukan karena ia sakit hati kepada korban.

“Pelaku ini masih ada hubungan keluarga dengan pemilik akun. Dia mengaku sakit hati sehingga memiliki niat untuk menjatuhkan korban dengan membuat postingan seperti itu,” tuturnya.

Selain meretas akun Facebook Abdillah Pulukan Bali, pelaku juga membobol ratusan akun Facebook. Ia lalu mencari data para korban. Setelah dapat, ia sebar ke sosial media dengan tujuan untuk memeras korban.

Dalam kasus ini kata Kasubdit, polisi telah menerima 4 laporan dari para pemilik akun yang merasa dirugikan akibat perbuatan pelaku.

Sebelumnya, warganet dibuat geger setelah muncul capture tulisan di akun Facebook bernama Abdillah Pulukan Bali pada tanggal 12 Maret 2021.

Di mana saat itu akun Facebook tersebut menulis “Hanya orang bodoh yang ikut merayakan Nyepi. Saya sebagai orang taat beribadah di agama Islam menentang keras adanya Hari Raya Nyepi, dan semoga semua umat Hindu yang ada di Bali sadar dan berhenti menyembah batu atau patung”.

BACA JUGA:  Penetapan Tersangka Oknum Pejabat Disbud Oleh Kejari Denpasar Diapresiasi Aktivis Anti Korupsi

Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya menemukan pemilik akun. Saat diperiksa, pemilik akun mengatakan akun miliknya diambil orang lain dan dirinya sudah tidak bisa mengakses sejak 29 Januari 2021.

Berbekal keterangan pemilik akun, polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap pria berinisial FR (23) di daerah Pekutatan, Jembrana, Kamis (6/4/2021).

Kepada polisi, FR mengaku membuat postingan berupa penistaan agama dengan menggunakan akun Facebook milik orang lain. Setelah itu ia menghapus akun dengan tujuan agar tidak terlacak.

Tak hanya satu, pelaku yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini juga disebut meretas akun Facebook milik orang lain. Setelah memperoleh data, ia lalu menyebar data pribadi orang tersebut ke media sosial. (agw)